Kemenperin Dorong Teknologi Pengolahan Air untuk Kawasan Industri Hijau

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus memacu pembangunan industri nasional yang kompetitif dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya percepatan dekarbonisasi industri.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target industri hijau di Indonesia.
Di tengah pertumbuhan kawasan industri yang semakin pesat, kebutuhan akan pengelolaan air bersih dan air limbah menjadi salah satu aspek krusial dalam mendukung operasional industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca Juga: Dorong Industri Hijau, Kemenperin Perkuat Pengolahan Air
Pengembangan teknologi sistem pengolahan air terpadu dan sirkular dinilai menjadi solusi strategis untuk menjaga keberlanjutan pasokan air industri sekaligus mendukung target industri hijau dan net zero emission (NZE) di Indonesia.
Kawasan industri memainkan peran penting dalam mendukung investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat transformasi industri Indonesia.
"Karena itu, penguatan infrastruktur pendukung, khususnya pengolahan air baku dan air limbah, menjadi prioritas penting dalam pengembangan kawasan industri hijau,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta (12/5/2026).
Adapun, pada Senin (11/5), Kemenperin bersama dengan Qiaoyin City Management Co., Ltd., dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menggelar acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Proyek Percontohan Penggunaan Teknologi Pengolahan Air Baku dan Air Limbah di Jakarta.
Nota Kesepahaman tersebut berfokus pada pengembangan proyek percontohan penggunaan teknologi pengolahan air baku dan pengolahan air limbah secara terpadu dan sirkular di kawasan industri.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menghadirkan solusi pengelolaan air bagi Kawasan Industri dan industri pengolahan yang lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan di Indonesia.
Berdasarkan data Kemenperin, hingga tahun 2025 terdapat 176 kawasan industri di Indonesia dengan total luas mencapai 98.291,68 hektare.
Kawasan industri tersebut menampung sekitar 11.970 tenant industri dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp6.744,58 triliun dan menyerap tenaga kerja hingga 2,35 juta orang.
Pertumbuhan kawasan industri yang mencapai 49,15 persen dalam lima tahun terakhir turut meningkatkan kebutuhan terhadap sistem pengelolaan air dan limbah yang andal serta berkelanjutan.
Ke depan, kerja sama ini akan diterapkan di lima kawasan industri dengan target implementasi awal selama enam bulan setelah penandatanganan kerja sama, serta periode operasional hingga tiga tahun.
Agus menegaskan bahwa proyek tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan ekosistem industri hijau.
“Akan ada lima kawasan industri yang menjadi pilot project dalam kerja sama ini, namun kita tidak hanya mencari sistem pengolahan air yang baik, tetapi juga mencari model pengelolaan yang paling efektif dan mudah diterapkan,” tambahnya.
Dalam kerja sama ini, Qiaoyin City Management Co., Ltd. memperkenalkan teknologi pengolahan air baku dan air limbah terbaru bernama Efficient Denitrogenation Integrated Airlift Loop Bioreactor (DIAB).
DIAB dirancang untuk menghadirkan sistem pengolahan limbah industri yang lebih efisien dari sisi biaya maupun penggunaan lahan.
“Melalui teknologi DIAB, kami menghadirkan cara baru dalam mengolah air limbah pabrik yang jauh lebih hemat. Solusi ini mampu memangkas biaya pembangunan hingga 20 persen dan menghemat kebutuhan lahan sampai 60 persen dibandingkan metode konvensional,” ujar Perwakilan Qiaoyin City Management Co., Ltd. Wan Yiming
Adapun, penggunaan sistem prefabrikasi atau komponen siap pasang juga membuat fasilitas pengolahan dapat beroperasi 4 kali lebih cepat, sehingga menjadi solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







