China Tuduh Uni Eropa Terapkan Yurisdiksi Berlebihan

AKURAT.CO Hubungan dagang antara China dan Uni Eropa kembali memanas setelah Beijing menuding investigasi lintas batas yang dilakukan Brussels melanggar hukum internasional.
Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa langkah Uni Eropa terkait penyelidikan subsidi asing merupakan bentuk “yurisdiksi ekstrateritorial yang tidak semestinya”.
Pemerintah China bahkan secara resmi melarang organisasi maupun individu di negaranya untuk mematuhi langkah-langkah yang dianggap bertentangan dengan kepentingan nasional tersebut.
Baca Juga: Beijing Sebut Regulasi UE Ganggu Operasi Perusahaan China
Dalam pernyataannya dikutip dari laman reuters, Beijing mendesak Uni Eropa memperbaiki pendekatan investigasi terhadap perusahaan China dan memperingatkan akan mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi hak serta kepentingan sah perusahaan-perusahaannya.
Ketegangan ini terjadi setelah European Union memperluas investigasi terhadap perusahaan China berdasarkan Regulasi Subsidi Asing.
Aturan tersebut memungkinkan Uni Eropa menyelidiki perusahaan asing yang dinilai menerima subsidi negara dan berpotensi menciptakan distorsi persaingan di pasar Eropa.
China menilai pendekatan tersebut semakin agresif karena cakupan investigasi terus diperluas, termasuk terhadap sektor teknologi dan perangkat keamanan.
Baca Juga: Trump Ultimatum Uni Eropa: Ditunggu Kesepakatan Dagang Hingga 4 Juli, Atau Hadapi Tarif Tinggi
Situasi ini menambah daftar panjang friksi perdagangan antara China dan negara-negara Barat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat.
Ketegangan antara kedua pihak juga berpotensi memengaruhi arus investasi serta rantai pasok internasional, terutama bagi perusahaan China yang memiliki ekspansi bisnis di kawasan Eropa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






