Akurat Logo

China Tuduh Uni Eropa Terapkan Yurisdiksi Berlebihan

Andi Syafriadi | 17 Mei 2026, 19:58 WIB
China Tuduh Uni Eropa Terapkan Yurisdiksi Berlebihan
China mengancam mengambil langkah balasan setelah Uni Eropa memperluas investigasi subsidi asing terhadap perusahaan-perusahaan asal Negeri Tirai Bambu.

AKURAT.CO Hubungan dagang antara China dan Uni Eropa kembali memanas setelah Beijing menuding investigasi lintas batas yang dilakukan Brussels melanggar hukum internasional.

Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa langkah Uni Eropa terkait penyelidikan subsidi asing merupakan bentuk “yurisdiksi ekstrateritorial yang tidak semestinya”.

Pemerintah China bahkan secara resmi melarang organisasi maupun individu di negaranya untuk mematuhi langkah-langkah yang dianggap bertentangan dengan kepentingan nasional tersebut.

Baca Juga: Beijing Sebut Regulasi UE Ganggu Operasi Perusahaan China

Dalam pernyataannya dikutip dari laman reuters, Beijing mendesak Uni Eropa memperbaiki pendekatan investigasi terhadap perusahaan China dan memperingatkan akan mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi hak serta kepentingan sah perusahaan-perusahaannya.

Ketegangan ini terjadi setelah European Union memperluas investigasi terhadap perusahaan China berdasarkan Regulasi Subsidi Asing.

Aturan tersebut memungkinkan Uni Eropa menyelidiki perusahaan asing yang dinilai menerima subsidi negara dan berpotensi menciptakan distorsi persaingan di pasar Eropa.

China menilai pendekatan tersebut semakin agresif karena cakupan investigasi terus diperluas, termasuk terhadap sektor teknologi dan perangkat keamanan.

Baca Juga: Trump Ultimatum Uni Eropa: Ditunggu Kesepakatan Dagang Hingga 4 Juli, Atau Hadapi Tarif Tinggi

Situasi ini menambah daftar panjang friksi perdagangan antara China dan negara-negara Barat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat.

Ketegangan antara kedua pihak juga berpotensi memengaruhi arus investasi serta rantai pasok internasional, terutama bagi perusahaan China yang memiliki ekspansi bisnis di kawasan Eropa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.