Akurat Logo

Misi Dagang RI di China Tembus Rp1,07 Triliun di Shanghai

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 20 Mei 2026, 09:10 WIB
Misi Dagang RI di China Tembus Rp1,07 Triliun di Shanghai
Misi dagang Indonesia di Shanghai mencetak transaksi Rp1,07 triliun, didorong ekspor pangan, kopi, perikanan, hingga produk kelapa.

AKURAT.CO Misi dagang Indonesia di China yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, berhasil mencatat transaksi perdagangan senilai USD60,3 juta atau setara Rp1,07 triliun melalui rangkaian kegiatan promosi dagang Indonesia di Shanghai.

Capaian tersebut diperoleh dari partisipasi Indonesia pada SIAL Shanghai 2026 serta pelaksanaan Indonesia–China Business Forum: Advancing Trade, Enhancing Partnership yang berlangsung di Shanghai.

"Nilai transaksi tersebut melampaui target awal yang diproyeksikan sebesar USD 30 juta dan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai USD 60,3 juta. Wamendag Roro menegaskan bahwa capaian ini menjadi sinyal positif atas semakin kuatnya minat pasar China terhadap produk unggulan Indonesia sekaligus mempertegas daya saing produk nasional di pasar global,” kata Roro, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Dolar AS Menguat, Kemendag Pangkas HPE Emas Hingga 1,72 Persen

Keberhasilan misi dagang ini turut diperkuat melalui penandatanganan tujuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di berbagai sektor strategis, mulai dari pangan olahan, produk kelapa, hasil perikanan, kopi, hingga rumput laut.

Nilai transaksi tersebut juga diproyeksikan masih akan terus bertambah seiring tingginya antusiasme pelaku usaha China dalam menjajaki kemitraan bisnis dengan Indonesia.

“Misi dagang ini menjadi bentuk konkret tindak lanjut penguatan hubungan ekonomi Indonesia–China yang terus didorong Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui diplomasi perdagangan, perluasan akses pasar, dan penguatan kemitraan strategis kedua negara,” tambah Roro.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Perdagangan di bawah kepemimpinan Wamendag Roro mengambil langkah strategis melalui pelaksanaan misi dagang dan forum bisnis guna memperluas akses pasar, memperkuat kemitraan antarpelaku usaha, serta mendorong peningkatan ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar China.

Roro menyampaikan bahwa hubungan perdagangan Indonesia–China terus menunjukkan tren positif dan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan perdagangan Indonesia di kawasan Asia.

“Hubungan perdagangan Indonesia dan China terus berkembang secara positif. China merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia dan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara,” ujarnya.

Dalam periode 2021–2025, total perdagangan Indonesia dan China tumbuh dengan tren positif sebesar 7,24% . Pada tahun 2025, ekspor Indonesia ke China mencapai USD 67 miliar, mencerminkan tingginya permintaan dan semakin kuatnya daya saing produk Indonesia di pasar China.

Di tengah tantangan ekonomi global, kinerja ekspor Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pada tahun 2025, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 282,91 miliar atau tumbuh 6,15% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor Indonesia pada periode Januari–Maret 2026 tercatat sebesar USD 66,85 miliar.

Baca Juga: Kemendagri: Otsus Papua Harus Fokus Tingkatkan Kesejahteraan OAP

Roro menambahkan bahwa China tetap menjadi pasar potensial bagi berbagai produk unggulan Indonesia, khususnya sektor pertanian, pangan, dan produk bernilai tambah.

Pada tahun 2025, ekspor sektor pertanian Indonesia ke China mencapai USD1,55 miliar dengan tren pertumbuhan sebesar 10,8% dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, ekspor makanan olahan Indonesia ke China mencapai USD386,48 juta.

Komoditas unggulan Indonesia yang semakin diminati pasar China antara lain sarang burung walet, kopi, rempah-rempah, hasil perikanan, rumput laut, produk kelapa, buah-buahan tropis, serta minyak kelapa sawit dan turunannya.

“Permintaan pasar China terhadap produk Indonesia terus meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk Indonesia,” tutur Roro.

Pemerintah Indonesia juga terus mendorong penguatan kualitas produk, kepatuhan terhadap standar internasional, serta peningkatan branding produk nasional agar semakin kompetitif di pasar global.

Selain itu, pemerintah aktif melakukan koordinasi dengan otoritas China untuk mempercepat penyelesaian akses pasar dan protokol ekspor bagi komoditas unggulan Indonesia.

“Indonesia akan terus memperkuat diplomasi perdagangan dan membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan agar produk Indonesia semakin diterima dan mampu bersaing di pasar internasional,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.