Misi Dagang RI di China Tembus Rp1,07 Triliun di Shanghai

AKURAT.CO Misi dagang Indonesia di China yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, berhasil mencatat transaksi perdagangan senilai USD60,3 juta atau setara Rp1,07 triliun melalui rangkaian kegiatan promosi dagang Indonesia di Shanghai.
Capaian tersebut diperoleh dari partisipasi Indonesia pada SIAL Shanghai 2026 serta pelaksanaan Indonesia–China Business Forum: Advancing Trade, Enhancing Partnership yang berlangsung di Shanghai.
"Nilai transaksi tersebut melampaui target awal yang diproyeksikan sebesar USD 30 juta dan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai USD 60,3 juta. Wamendag Roro menegaskan bahwa capaian ini menjadi sinyal positif atas semakin kuatnya minat pasar China terhadap produk unggulan Indonesia sekaligus mempertegas daya saing produk nasional di pasar global,” kata Roro, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Dolar AS Menguat, Kemendag Pangkas HPE Emas Hingga 1,72 Persen
Keberhasilan misi dagang ini turut diperkuat melalui penandatanganan tujuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di berbagai sektor strategis, mulai dari pangan olahan, produk kelapa, hasil perikanan, kopi, hingga rumput laut.
Nilai transaksi tersebut juga diproyeksikan masih akan terus bertambah seiring tingginya antusiasme pelaku usaha China dalam menjajaki kemitraan bisnis dengan Indonesia.
“Misi dagang ini menjadi bentuk konkret tindak lanjut penguatan hubungan ekonomi Indonesia–China yang terus didorong Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui diplomasi perdagangan, perluasan akses pasar, dan penguatan kemitraan strategis kedua negara,” tambah Roro.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Perdagangan di bawah kepemimpinan Wamendag Roro mengambil langkah strategis melalui pelaksanaan misi dagang dan forum bisnis guna memperluas akses pasar, memperkuat kemitraan antarpelaku usaha, serta mendorong peningkatan ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar China.
Roro menyampaikan bahwa hubungan perdagangan Indonesia–China terus menunjukkan tren positif dan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan perdagangan Indonesia di kawasan Asia.
“Hubungan perdagangan Indonesia dan China terus berkembang secara positif. China merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia dan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara,” ujarnya.
Dalam periode 2021–2025, total perdagangan Indonesia dan China tumbuh dengan tren positif sebesar 7,24% . Pada tahun 2025, ekspor Indonesia ke China mencapai USD 67 miliar, mencerminkan tingginya permintaan dan semakin kuatnya daya saing produk Indonesia di pasar China.
Di tengah tantangan ekonomi global, kinerja ekspor Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pada tahun 2025, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 282,91 miliar atau tumbuh 6,15% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor Indonesia pada periode Januari–Maret 2026 tercatat sebesar USD 66,85 miliar.
Baca Juga: Kemendagri: Otsus Papua Harus Fokus Tingkatkan Kesejahteraan OAP
Roro menambahkan bahwa China tetap menjadi pasar potensial bagi berbagai produk unggulan Indonesia, khususnya sektor pertanian, pangan, dan produk bernilai tambah.
Pada tahun 2025, ekspor sektor pertanian Indonesia ke China mencapai USD1,55 miliar dengan tren pertumbuhan sebesar 10,8% dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, ekspor makanan olahan Indonesia ke China mencapai USD386,48 juta.
Komoditas unggulan Indonesia yang semakin diminati pasar China antara lain sarang burung walet, kopi, rempah-rempah, hasil perikanan, rumput laut, produk kelapa, buah-buahan tropis, serta minyak kelapa sawit dan turunannya.
“Permintaan pasar China terhadap produk Indonesia terus meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk Indonesia,” tutur Roro.
Pemerintah Indonesia juga terus mendorong penguatan kualitas produk, kepatuhan terhadap standar internasional, serta peningkatan branding produk nasional agar semakin kompetitif di pasar global.
Selain itu, pemerintah aktif melakukan koordinasi dengan otoritas China untuk mempercepat penyelesaian akses pasar dan protokol ekspor bagi komoditas unggulan Indonesia.
“Indonesia akan terus memperkuat diplomasi perdagangan dan membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan agar produk Indonesia semakin diterima dan mampu bersaing di pasar internasional,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








