Kementerian ESDM Lelang 13 WK Migas, Ini Lokasinya

AKURAT.CO Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengumumkan pembukaan Putaran Lelang Minyak dan Gas Bumi Indonesia 2026 tahap pertama dengan menawarkan 13 wilayah kerja (WK) migas.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, pemerintah terus mendorong investasi eksplorasi migas nasional guna meningkatkan cadangan dan produksi energi domestik.
Baca Juga: Kementerian ESDM Lelang 10 Wilayah Kerja Migas Pekan Ini, Simak Lokasinya
“Dengan senang hati saya, sebagai perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengumumkan secara resmi Putaran Lelang Minyak Bumi Indonesia 2026 yang pertama, dengan total 13 area kerja yang ditawarkan melalui penawaran langsung dan tender,” kata Laode, Rabu (20/5/2026).
Laode menambahkan, pemerintah juga memberikan fleksibilitas kepada kontraktor dalam memilih skema pengelolaan wilayah kerja migas sesuai karakteristik dan keekonomian proyek masing-masing.
“Kami juga mengizinkan kontraktor untuk memilih antara skema cost recovery dan skema gross split berdasarkan blok,” tambahnya.
Adapun, pengaksesan dokumen lelang dan penyerahan dokumen partisipasi dilakukan secara daring melalui situs resmi Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM di https://esdm.go.id/wkmigas.
Daftar 13 WK yang Dilelang Oleh Pemerintah
A. Jalur direct offer tender (penawaran langsung):
1. WK Natuna D Alpha
lokasi: offshore natuna
luas area: 10.211,85 km²
estimasi sumber daya: ± 2.865 mmbo
bentuk kontrak: cost recovery dengan split 50:50 (minyak dan gas)
2. WK Sapukala
lokasi: offshore Selat Makassar
luas area: 8.474,5 km²
estimasi sumber daya: ± 2.309 bscf gas
bentuk kontrak: gross split (base split psc 53:47 minyak dan 51:49 gas)
B. Daftar WK Lelang Reguler:
1. WK Rupat
lokasi: offshore dan onshore riau, serta offshore sumatra utara
luas area: 7.843,66 km²
estimasi sumber daya: ± 1.110 mmbo
komitmen: seismik 2d sepanjang 200 km
2. WK Puri
lokasi: onshore provinsi riau
luas area: 4.190,32 km²
estimasi sumber daya: ± 1.110 mmbo
komitmen: seismik 2d sepanjang 200 km
3. WK Pesut Mahakam
lokasi: onshore kalimantan timur
luas area: 1.530,15 km²
estimasi sumber daya: ± 1.336 mmbo
komitmen: seismik 3d seluas 100 km²
4. WK Bengara II
lokasi: onshore dan offshore kalimantan utara
luas area: 3.289,67 km²
estimasi sumber daya: ± 1.057 mmbo
komitmen: seismik 3d seluas 100 km²
5. WK Maratua II
lokasi: onshore dan offshore kalimantan utara
luas area: 4.350,36 km²
estimasi sumber daya: ± 3.279 mmbo
komitmen: seismik 2d sepanjang 200 km
6. WK Namori
lokasi: offshore nusa tenggara timur (ntt)
luas area: 9.769,82 km²
estimasi sumber daya: ± 17.475 mmbo atau 38,5 tcf gas
komitmen: seismik 3d seluas 200 km²
7. WK South Tanimbar
lokasi: offshore laut arafura
luas area: 8.492,49 km²
estimasi sumber daya: ± 5,6 tcf gas
komitmen: seismik 3d seluas 500 km²
8. WK Cerera
lokasi: offshore papua
luas area: 7.171,22 km²
estimasi sumber daya: ± 1.487 mmbo dan 1,3 tcf gas
komitmen: seismik 3d seluas 250 km² atau seismik 2d sepanjang 1.000 km
9. WK Areca Bruni
lokasi: offshore dan onshore papua barat daya
luas area: 8.480,52 km²
estimasi sumber daya: ± 2.985 mmboe
bentuk kontrak: cost recovery (split psc 60:40 minyak dan 55:45 gas) atau gross split
10. WK Rombebai
lokasi: offshore dan onshore papua
luas area: 7.367,48 km²
estimasi sumber daya: ± 14,75 tcf gas
bentuk kontrak: cost recovery (split psc 55:45 minyak dan 50:50 gas) atau gross split
11. WK Jayapura
lokasi: offshore dan onshore papua
luas area: 7.299,41 km²
estimasi sumber daya: ± 19,4 tcf gas
bentuk kontrak: cost recovery (split psc 55:45 minyak dan 50:50 gas) atau gross split
Jadwal Pelaksanaan
Untuk jalur direct offer, akses dokumen penawaran dibuka mulai 20 Mei 2026 hingga 3 Juli 2026. Sementara batas akhir pemasukan dokumen penawaran ditetapkan sampai 6 Juli 2026.
Selain itu, pemerintah juga membuka tender reguler untuk wilayah studi area ABT 2025 yang mencakup Wilayah Kerja Rupat, Puri, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, Rombebai, dan Jayapura.
Pada kategori ini, akses dokumen penawaran dibuka mulai 20 Mei 2026 hingga 17 Juli 2026, dengan batas akhir penyampaian penawaran sampai 20 Juli 2026.
Sementara untuk jalur regular tender lainnya, pemerintah menawarkan Wilayah Kerja Namori, South Tanimbar, Cerera, dan Areca Bruni.
Akses dokumen penawaran dibuka mulai 20 Mei 2026 hingga 15 September 2026, sedangkan pemasukan dokumen penawaran ditutup pada 17 September 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









