Sempat Disebut Penyebab Banjir Sumatra, Pemerintah Kebut Penyelesaian PLTA Batang Toru

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempercepat penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sumatra Utara.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, percepatan dilakukan sebagai bagian dari penguatan sistem kelistrikan nasional dan pengembangan energi baru terbarukan.
“Dalam persiapan yang ada saat ini, ada beberapa PLTA yang kita lakukan percepatan, di antaranya adalah PLTA Batang Toru. Ini kan ada 4 x 125 megawatt, berarti sekitar 500 megawatt,” kata Yuliot di Kementerian ESDM dikutip, Sabtu (30/5/2026).
Baca Juga: KEEN Menang Tender PLTA Pakkat 2 Berkapasitas 45 MW
Namun demikian, proses pembangunan infrastruktur pendukung proyek sempat terdampak bencana yang terjadi di Sumatra beberapa waktu lalu. Dampak tersebut menyebabkan delapan tiang transmisi harus direlokasi.
Menurut Yuliot, relokasi tiang transmisi menghadapi tantangan karena lokasi baru masuk dalam kawasan hutan.
“Jadi karena dampak dari bencana Sumatra kemarin, ini ada 8 tiang transmisi yang kita perlu lakukan relokasi. Jadi ternyata relokasi ini kan masuk di dalam kawasan hutan,” ujarnya.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, Kementerian ESDM telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Kehutanan terkait percepatan izin pemindahan tiang transmisi tersebut ke kawasan hutan produksi.
“Kita juga sudah mengajukan permohonan ke Kementerian Kehutanan untuk percepatan pergeseran dari tiang transmisi yang terdampak, ada 8 tiang itu dipindahkan ke kawasan hutan,” ucap Yuliot.
Diberitakan sebelumnya, PLTA Batang Toru masih bisa beroperasi setelah izin PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE) dicabut pemerintah.
Adapun, NSHE merupakan perusahaan patungan atau joint venture (JV) yang tengah membangun PLTA Batang Toru. NSHE juga satu dari 28 perusahaan yang izinnya dicabut pemerintah dikarenakan melanggar aturan pemanfaatan hutan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa audit terhadap NSHE masih dilakukan oleh pemerintah.
“Masih proses (audit lingkungannya). Belum ada update,” kata Eniya saat ditemui di Kantor Ditjen EBTKE, Selasa (10/2/2026).
Meski demikian, Eniya menegaskan sikap optimistis pihaknya terhadap keberlanjutan proyek PLTA Batang Toru, khususnya dalam mendukung peningkatan bauran energi baru dan terbarukan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








