Ekspor Perikanan ke China Menguat, Total UPI Terdaftar Capai 638 Unit

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperluas penetrasi produk perikanan Indonesia ke pasar China setelah otoritas bea cukai negara tersebut menyetujui izin ekspor bagi delapan Unit Pengolahan Ikan (UPI) baru.
Dengan tambahan tersebut, total UPI Indonesia yang mengantongi nomor registrasi ekspor ke China kini mencapai 638 unit.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP, Ishartini mengatakan, persetujuan terbaru diberikan oleh General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) melalui mekanisme Mutual Recognition Arrangement (MRA) antara Indonesia dan China.
"Terbaru, CA China (GACC) mengeluarkan izin bagi delapan UPI baru sehingga total menjadi 638 unit UPI yang dapat melakukan kegiatan ekspor produk perikanan ke China," kata Ishartini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: KKP Jembatani Hasil Produk KNMP dan Budidaya Tematik Bantul Masuk ke SPPG hingga Ritel Modern
Delapan perusahaan yang memperoleh akses baru tersebut adalah PT Duta Mitra Semesta, PT BPH Global Indonesia, CV Daniel Nathania Fishery, PT Bintang Samudera Pratama, PT Ramantha Kawanua Indonesia, PT Marindo Jaya Maros, PT Jaya Mega Samudra, dan PT Zhongyi Supply Chain Services.
Persetujuan ini menjadi sinyal positif bagi industri pengolahan perikanan nasional. Bertambahnya jumlah UPI yang terdaftar menunjukkan meningkatnya kapasitas industri dalam memenuhi standar mutu, keamanan pangan, sanitasi, dan ketertelusuran yang dipersyaratkan China sebagai salah satu pasar ekspor terbesar dunia.
Data KKP menunjukkan China merupakan salah satu tujuan utama ekspor produk perikanan Indonesia. Sepanjang 2025, volume ekspor perikanan Indonesia ke negara tersebut mencapai 491.528 ton dengan nilai perdagangan sebesar USD1,04 miliar atau sekitar Rp17,46 triliun.
Saat ini, sebanyak 1.080 jenis komoditas perikanan Indonesia telah masuk ke pasar China. Sepuluh komoditas utama yang mendominasi ekspor meliputi cumi beku (frozen squid), rumput laut eucheuma cottonii, rumput laut gracilaria, ikan layur beku (frozen ribbon fish), eucheuma cottonii kering, gracilaria kering, eucheuma spinosum, ikan kulit beku (frozen leather jacket fish), serta ikan croaker beku.
Di tengah persaingan ekspor hasil laut global yang semakin ketat, peningkatan jumlah UPI yang mendapatkan registrasi ekspor dinilai lebih strategis dibanding sekadar kenaikan volume pengiriman. Sebab, izin tersebut diberikan kepada fasilitas pengolahan yang telah memenuhi standar mutu internasional sehingga membuka peluang ekspor produk bernilai tambah lebih tinggi.
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong transformasi sektor perikanan dari eksportir bahan mentah menjadi pemasok produk olahan. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah domestik sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri pangan laut.
Baca Juga: KKP Gandeng Ecommerce Tingkatkan Literasi Digital Pengelola KNMP
Bertambahnya jumlah UPI yang memperoleh akses ke China juga menunjukkan pengakuan internasional terhadap sistem jaminan mutu Indonesia. Status Badan Mutu KKP sebagai competent authority yang diakui China menjadi faktor penting dalam mempercepat proses persetujuan registrasi ekspor.
Ekspansi akses pasar ke China berpotensi memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha perikanan, mulai dari nelayan, pembudidaya, industri pengolahan hingga sektor logistik.
Permintaan yang lebih besar dari pasar ekspor dapat meningkatkan penyerapan hasil tangkapan dan budidaya domestik. Di sisi lain, bertambahnya jumlah perusahaan yang memiliki izin ekspor menciptakan peluang distribusi pasar yang lebih merata dan mengurangi ketergantungan pada segelintir eksportir besar.
Bagi daerah sentra perikanan seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Jawa Timur hingga Nusa Tenggara, perluasan akses ini berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan produksi dan investasi industri pengolahan.
Namun demikian, KKP mengingatkan seluruh pelaku usaha agar menjaga konsistensi penerapan standar keamanan pangan dan sanitasi. Hal tersebut dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar internasional yang selama ini menjadi modal utama ekspor perikanan Indonesia.
"Hal ini untuk menjaga keberterimaan produk serta penguatan kepercayaan internasional yang akan menambah daya saing," ujar Ishartini.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa kualitas produk harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan industri perikanan nasional.
Menurut Trenggono, daya saing Indonesia di pasar global tidak hanya ditentukan oleh besarnya produksi, tetapi juga kemampuan menjaga standar mutu yang konsisten. Dengan semakin terbukanya akses ke pasar besar seperti China, kualitas produk akan menjadi faktor penentu keberlanjutan ekspor jangka panjang.
Tambahan delapan UPI baru dan total 638 fasilitas yang kini terdaftar di China menunjukkan bahwa strategi penguatan mutu dan hilirisasi mulai memberikan hasil nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








