IHSG Turun ke Level Terendah Sejak Mei 2021, Tembus 5.594,7

AKURAT.CO Penghujung pekan ini diwarnai dengan penyusutan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 245,02 poin (4,2%) ke 5.594,76, merupakan level yang terendah sejak Mei 2021.
IHSG melemah 3 hari beruntun. Pada perdagangan hari ini, tekanan utama dari pelemahan saham BBCA (-6,45%), BREN (-10,25%), TLKM (-4,83%), BBRI (-2,496) dan DCII (5,46%).
Sentimen pasar masih cenderung berhati-hati, sementara nilai tukar Rupiah tetap berada dalam tekanan meskipun pada perdagangan hari ini menunjukkan penguatan terbatas dan bergerak stabil, Rupiah menguat tipis 0,07% ke Rp18.036 per dolar AS.
Baca Juga: BEI: Pelemahan IHSG Dipicu Sentimen, Fundamental Emiten Masih Kuat
Dari sisi kebijakan, pemerintah hari ini resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis.
Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, masa transisi implementasi kebijakan tersebut akan berlangsung paling lambat hingga 31 Desember 2026.
Selama periode transisi, eksportir masih dapat menjalankan kegiatan ekspor sebagaimana biasa, dengan tambahan kewajiban penyampaian laporan transaksi secara elektronik kepada PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang baru dibentuk.
Rencananya setelah implementasi penuh dilakukan, DSi akan mengambil peran yang lebih terpusat dalam rantai ekspor komoditas strategis, termasuk pengelolaan kontrak, pengapalan, hingga proses penyelesaian pembayaran.
"Pelaku pasar saat ini masih mencermati substansi serta implikasi implementasi kebijakan tersebut terhadap berbagai sektor terkait," tulis riset Eastspring Investment, anak usaha Prudential, Jumat (5/6/2026).
Di tengah kericuhan kebijakan pemerintah dan masih terbatasnya katalis yang mampu membalikkan sentimen yang negatif sepanjang tahun berjalan.
Pergerakan pasar cenderung didominasi oleh perubahan sentimen jangka pendek dan selera resiko (risk appetite), para investor cenderung menurun, sehingga volatilitas masih relatif tinggi dan arah pergerakan aset keuangan masih melemah.
Sementara itu, pasar obligasi domestik juga mencatat pelemahan pada perdagangan hari ini, tercermin dari kenaikan imbal hasil yang terjadi hampir di seluruh tenor.
Imbal hasil SBN tenor 5 tahun meningkat 13 basis poin ke 6,94% dan tenor 10 tahun naik ke level 6,87% dari 6,81%. Sedangkan, imbal hasil SRBI tenor 12 bulan meningkat menjadi 7,25%, sehingga secara year-to-date telah naik sekitar 234 basis poin.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa investor masih menuntur premi risiko yang lebih tinggi di tengah dinamika pasar keuangan dan ketidakpastian yang masih berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









