Akurat Logo

Bauran Listrik RI Masih Didominasi Fosil, EBT Baru Berkontribusi 15 Persen

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 5 Juni 2026, 23:55 WIB
Bauran Listrik RI Masih Didominasi Fosil, EBT Baru Berkontribusi 15 Persen
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa bauran pembangkit listrik nasional hingga April 2026 masih didominasi oleh energi fosil.

Dari total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional sebesar 108 gigawatt (GW), sekitar 85% masih berasal dari sumber energi fosil.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan kapasitas pembangkit berbasis fosil saat ini mencapai 91,58 GW.

Baca Juga: PLN Laporkan Progres EBT, Sekitar 5,2 GW Masuk Tahap Konstruksi

“Kalau kita lihat dari jenis energi yang digunakan, pembangkit masih menggunakan energi fosil sebesar 91,58 GW atau 85 persen,”

Lebih rinci, pembangkit batu bara mencapai 60,53 GW atau 56%, gas 24,72 GW atau 23%, air 7,6 GW atau 7%, dan BBM 6 GW atau 6%.

Sementara pembangkit energi baru terbarukan (EBT) baru berkontribusi sekitar 16,26 GW atau 15% dari total kapasitas nasional.

Dengan perincian surya 1,62 GW atau 2%, panas bumi 2,75 GW atau 3%, dan biomassa 3,67 GW atau 3%.

“Porsi ini tentu cukup menggembirakan dan menunjukkan kinerja yang cukup positif dari energi baru terbarukan," ujarnya.

Adapun, dari total kapasitas yang sudah terpasang sebesar 79,05 GW atau sebesar 73% merupakan porsi wilayah usaha PT PLN (Persero).

Perinciannya, dari total 79,05 GW tersebut, pembangkit milik PLN dan grup adalah 48,79 GW atau 45%, IPP 29,27 GW atau 27%, sewa ini 1%, serta UPTLS yang tersambung dengan sistem PLN sebesar 0,14 GW.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.