Akurat Logo

Dari 1 Karyawan ke 7 Karyawan, Kisah Agen Lion Parcel Tumbuh Saat BIsnis UMKM Lesu

Esha Tri Wahyuni | 10 Juni 2026, 23:42 WIB
Dari 1 Karyawan ke 7 Karyawan, Kisah Agen Lion Parcel Tumbuh Saat BIsnis UMKM Lesu
Mitra Agen Lion Parcel, Anita Chandra

AKURAT.CO Di tengah keluhan banyak pelaku usaha online yang mengalami perlambatan penjualan sepanjang 2025 hingga 2026, sebuah agen Lion Parcel di Tangerang Selatan justru menunjukkan tren berbeda.

Mitra Agen Lion Parcel, Anita Chandra mengungkapkan, bisnis logistik yang dirintisnya sejak 2018 terus berkembang, bahkan mencatat kenaikan omzet sekitar 10%-20% dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Kita mungkin ada peningkatan sekitar 10 sampai 20 persen dibanding kuartal sebelumnya," kata Anita dalam kunjungan media ke salah satu agen Lion Parcel, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Lion Parcel Gandeng AstraPay Dorong QRIS di Mitra Agen

Saat ini, agen tersebut menangani rata-rata 300 hingga 500 paket per hari. Pada periode puncak seperti Ramadan dan Lebaran, volume pengiriman bahkan pernah menembus 1.000 paket dalam sehari.

Pertumbuhan tersebut menjadi menarik karena terjadi ketika sejumlah pelaku usaha online mengaku menghadapi penurunan transaksi akibat pelemahan daya beli masyarakat.

Menurut Anita, kunci utama menjaga bisnis tetap tumbuh adalah diversifikasi pelanggan.

Dirinya menjelaskan bahwa basis pelanggan tidak hanya berasal dari seller marketplace, tetapi juga korporasi, jasa titip (jastip), hingga pengiriman antarpulau.

"Dari seller memang ada yang turun. Yang biasanya kirim 100 paket sekarang jadi 30 sampai 50 paket. Tapi kita tidak hanya bergantung pada satu segmen," ujarnya.

Perjalanan bisnis Anita bermula dari kebutuhan pelanggan grosir miliknya yang meminta pengiriman menggunakan Lion Parcel ke Sulawesi.

Saat itu jaringan agen Lion Parcel masih terbatas sehingga pelanggan harus mengirim barang ke lokasi yang cukup jauh. Melihat peluang tersebut, Anita memutuskan membuka agen sendiri pada 2018.

Tak lama setelah beroperasi, pandemi Covid-19 datang dan justru menjadi titik balik pertumbuhan usaha. Pembatasan mobilitas masyarakat membuat layanan jemput paket menjadi kebutuhan utama.

Agen tersebut aktif menjemput paket dari berbagai wilayah Jakarta dan Tangerang, termasuk pelaku usaha marketplace yang mengirim ratusan paket setiap hari.

"Dulu saat Covid justru naik karena orang tidak bisa keluar. Kita jemput paket ke lokasi pelanggan," katanya.

Pertumbuhan bisnis turut menciptakan lapangan kerja baru. Jika pada awal berdiri hanya memiliki satu karyawan, kini jumlah tenaga kerja telah bertambah menjadi tujuh orang yang terdiri dari kurir dan customer service.

Anita juga menilai logistik kini menjadi faktor penting bagi keberlangsungan UMKM. Selain harga pengiriman yang kompetitif, kecepatan distribusi menjadi pertimbangan utama pelanggan.

Sebagian besar paket yang dikirim berasal dari produk fesyen, kosmetik, serta barang-barang jasa titip dari luar negeri.

Pengiriman menjangkau seluruh Indonesia, termasuk wilayah Papua. Menurutnya, permintaan dari luar Pulau Jawa masih menjadi salah satu sumber pertumbuhan terbesar.

Pertumbuhan agen logistik menunjukkan bahwa kebutuhan distribusi nasional masih kuat meski konsumsi rumah tangga menghadapi tekanan.

Di sisi lain, model layanan jemput paket membantu UMKM tetap menjalankan bisnis tanpa harus memiliki infrastruktur logistik sendiri.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa sektor logistik kini tidak hanya berperan sebagai jasa pengiriman, tetapi juga menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi digital nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.