Pemadaman Listrik Berulang, YLKI Minta PLN Diaudit dan Beri Kompensasi ke Konsumen

AKURAT.CO Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta adanya audit independen terhadap PT PLN (Persero) imbas gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Jawa pada 9–10 Juni 2026. Pemadaman mendadak juga berkali-kali terjadi di daerah lain.
Manager Bidang Pengaduan YLKI, Arianto Harefa, mengatakan, audit independen diperlukan agar akar persoalan dapat diketahui secara jelas sekaligus menjadi dasar perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Sebenarnya kita mengharapkan ada audit independen terhdap PLN, sebagai upaya untuk menelusuri penyebab terjadinya pemadaman beberapa hari ini. Bulan lalu di daerah Sumatera. Hal ini tentu penting untuk pencegahan hal serupa di kemudian hari,” kata Arianto kepada Akurat.co, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: IESR Minta Pemerintah Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa Secara Terbuka
Arianto menjelaskan, layanan listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang digunakan hampir di seluruh aktivitas sehari-hari. Karena itu, gangguan pasokan listrik tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak pada kerugian ekonomi dan aktivitas masyarakat.
Ia mencontohkan pemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra beberapa waktu lalu menyebabkan banyak konsumen mengalami kerugian finansial serta terganggunya berbagai aktivitas usaha maupun rumah tangga.
“Menurut saya, penting audit independen untuk PLN, guna mencari akar permasalahan dan perlu membuka hal itu ke publik,” ujarnya.
Selain mendesak audit independen, YLKI menilai permintaan maaf dari PLN saja tidak cukup untuk menjawab kerugian yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik.
Arianto menegaskan bahwa PLN harus memberikan pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terkait hak konsumen untuk memperoleh kompensasi atas gangguan layanan kelistrikan.
“Pertanggungjawaban sudah jelas ada regulasi, bagaimana konsumen yang mengalami pemadaman untuk memperoleh kompetensi dari PLN,” tutur Arianto.
YLKI, kata Arianto juga meminta PLN meningkatkan transparansi informasi kepada pelanggan.
Menurut Arianto, bila pemadaman tidak dapat dihindari, masyarakat seharusnya mendapatkan pemberitahuan lebih awal sehingga dapat melakukan antisipasi dan meminimalkan kerugian.
“Bila ada pemadaman seperti ini, seharusnya diinformasikan ke publik lebih dulu, sehingga bisa mengurangi sedikit kerugian masyarakat yang ditimbulkan atas pemadaman ini. Dan juga saya pikir, PLN harusnya lebih responsif pada layanan dan keluhan konsumen listrik,” terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








