Akurat Logo

Rig PDSI#11.2 Tuntaskan Pengeboran Sumur Salawati, Hasilkan 623 Barel Minyak per Hari

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 19 Juni 2026, 22:05 WIB
Rig PDSI#11.2 Tuntaskan Pengeboran Sumur Salawati, Hasilkan 623 Barel Minyak per Hari
Pengeboran di Sumur Salawati menggunakan Rig PDSI#11.2/N80B-M

AKURAT.CO PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil melakukan pengeboran sumur pengembangan Salawati (SLW)-F002 milik PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Region 4 Zona 14 di wilayah kerja Salawati, Papua Barat Daya.

Keberhasilan pengeboran ini dilakukan Pertamina Drilling menggunakan Rig PDSI#11.2/N80B-M. Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pekerja dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek pengeboran.

Avep menyebut, Rig PDSI#11.2 mampu menunjukkan performa operasional yang optimal, baik dari sisi efisiensi waktu, keandalan peralatan, maupun penerapan standar keselamatan kerja yang tinggi selama operasi berlangsung.

Baca Juga: Perkuat Aceh Sebagai Sentra Pangan, Pemerintah Fokus Program Cetak Sawah dan Irigasi

Keberhasilan pengeboran dan uji produksi sumur SLW-F002, kata Avep menjadi bukti komitmen Pertamina Drilling dalam menghadirkan layanan pemboran yang andal, aman, dan efisien.

“Kinerja Rig PDSI#11.2 yang mampu menyelesaikan operasi sesuai target dengan standar HSSE yang baik menunjukkan kesiapan kami untuk terus mendukung peningkatan produksi migas nasional serta mewujudkan operational excellence di setiap wilayah operasi,” kata Avep, Jumat (19/6/2026).

Adapun, sumur yang dibor secara directional J-type tersebut berhasil mencapai target kedalaman 2.093 meter measured depth (mMD) dan seluruh rangkaian pengeboran hingga uji produksi diselesaikan dalam waktu 54 hari dengan catatan keselamatan kerja yang baik.

Hasil uji produksi awal yang dilakukan pada 11 Juni 2026 menunjukkan sumur SLW-F002 mampu menghasilkan 623 barel minyak per hari (BOPD) dari lapisan reservoir Kais menggunakan metode artificial lift Electric Submersible Pump (ESP).

Capaian ini menjadi tambahan produksi yang positif bagi industri hulu migas nasional sekaligus menegaskan peran penting rig nasional dalam mendukung target produksi energi Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.