SEO dan Medsos Mulai Tergeser oleh GEO

AKURAT.CO Dunia pemasaran digital memasuki babak baru. Selama bertahun-tahun mereka mengandalkan Search Engine Optimization (SEO) dan Social Media Optimization (SMO).
Namun kini perusahaan mulai mengembangkan strategi Generative Engine Optimization (GEO) untuk meningkatkan visibilitas di platform AI generatif.
Group Chief Operating Officer (COO) MCorp, Iwan Setiawan mengatakan, perubahan perilaku konsumen yang semakin sering mencari informasi melalui AI mendorong lahirnya pendekatan pemasaran baru.
Baca Juga: AI Kini Jadi Pintu Perama Konsumen, Brand Terancam Hilang dari Radar
"Dulu fokus kita memastikan brand muncul di Google. Kemudian berkembang ke media sosial. Sekarang ada kanal ketiga, yaitu AI generatif," ujar Iwan dalam Tech for Business 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, sistem AI seperti ChatGPT, Gemini, maupun Perplexity bekerja dengan cara berbeda dibanding mesin pencari tradisional.
AI tidak hanya menampilkan daftar tautan, tetapi menyintasi berbagai sumber informasi menjadi jawaban langsung bagi pengguna.
Kondisi tersebut membuat strategi optimasi digital ikut berubah. Tidak cukup hanya memiliki peringkat tinggi di Google, perusahaan juga harus memastikan informasi mengenai merek mereka tersedia, mudah ditemukan, kredibel, dan mudah dipahami oleh sistem AI.
Banyak model AI menggunakan pendekatan pencarian eksternal atau Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk memperoleh data terbaru sebelum menghasilkan jawaban.
"Karena itu, keberadaan informasi brand di berbagai sumber digital menjadi semakin penting," jelas Iwan.
Dalam paparannya, ia memperkenalkan kerangka kerja "5A".
Ini meliputi kemampuan menjawab pertanyaan konsumen (Answer), ketersediaan informasi (Available), otoritas sumber (Authoritative), kemudahan dipahami (Articulate), dan pengukuran visibilitas (Analytics).
Pendekatan ini muncul seiring meningkatnya penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari.
Konsumen kini mencari rekomendasi produk, destinasi wisata, layanan kesehatan, hingga keputusan gaya hidup melalui platform AI sebelum melakukan pencarian lanjutan.
Sebagai informasi, SEO menjadi strategi utama sejak dominasi Google pada awal 2000-an.
Sementara media sosial memperluas jangkauan pemasaran melalui algoritma distribusi konten pada dekade berikutnya.
Kini, GEO mulai dipandang sebagai lapisan baru yang melengkapi dua strategi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










