Bahlil Ultimatum Inpex, Proyek Blok Masela Dipacu ke Tahap Konstruksi

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah mempercepat pengembangan proyek-proyek migas yang selama ini mangkrak meski telah mengantongi Plan of Development (POD), termasuk proyek strategis Blok Masela.
Bahlil mengungkapkan, proyek Masela telah dikuasai oleh perusahaan Jepang, INPEX, selama hampir tiga dekade tanpa kunjung memasuki tahap produksi.
"Salah satu diantaranya adalah blok Masela. Masela ini sudah 26 tahun, 28 tahun dikuasai oleh INPEX Jepang dan nggak selesai-selesai,” kata Bahlil dalam Seminar nasional Kajian Tengah Tahun INDEF, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Dipanggil Presiden, Bahlil Laporkan Perkembangan Hilirisasi hingga Stabilitas Kelistrikan Nasional
Bahlil menjelaskan, salah satu penyebab tertundanya pengembangan proyek tersebut adalah perdebatan panjang mengenai konsep pengembangan fasilitas pengolahan gas.
Perdebatan tersebut diketahui mengenai antara skema kilang terapung di laut (offshore) atau pembangunan fasilitas di darat (onshore).
Namun, saat memimpin Kementerian ESDM, Bahlil mengaku memilih pendekatan yang lebih pragmatis dengan mengutamakan opsi yang dapat segera direalisasikan.
Bahlil bahkan mengaku telah memberikan ultimatum kepada INPEX agar segera merealisasikan proyek tersebut atau menghadapi risiko pencabutan izin pengelolaan.
"Karena bagi saya teori bagus kalau nggak ada eksekusi sampe mati pun nggak jalan. Nah akhirnya, sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tau sama INPEX, kalau lu nggak jalan saya cabut izin lu," ujarnya.
Langkah tersebut, kata Ketua Umum Partai Golkar ini berhasil mendorong percepatan pengembangan Blok Masela.
Saat ini, proyek tersebut menyelesaikan keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) dan bersiap memasuki tahap konstruksi.
"Sekarang Alhamdulillah udah jalan, sudah mau groundbreaking, dan FID-nya udah selesai, 2027 awal konstruksi, dan ditargetkan 2029-2030 sudah bisa berproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia,” tutur Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









