Bahlil: Uji Coba CNG untuk Tabung Gas 3 Kg Masuk Tahap Ketiga

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah memasuki tahap ketiga uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) untuk tabung gas bersubsidi 3 kilogram.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) yang selama ini terus membebani neraca energi nasional.
"Nah CNG ini sekarang sudah masuk dalam tahap ketiga untuk gas tabung 3 kilonya sama-sama Pertamina,” kata Bahlil dalam acara Energy Forum dikutip, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Menteri Bahlil: B50 Pangkas Impor Solar 300 Ribu Barel per Hari
Bahlil menjelaskan, penggunaan CNG sebenarnya bukan teknologi baru di Indonesia. Saat ini, tabung CNG berkapasitas 12 kilogram hingga 50 kilogram telah digunakan di sejumlah sektor komersial, termasuk hotel, restoran, katering, dan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Adapun untuk masyarakat penerima subsidi, pemerintah menyiapkan tabung CNG berukuran 3 kilogram dengan tekanan operasional sekitar 200 hingga 250 bar.
Saat ini, aspek keselamatan menjadi fokus utama melalui pengujian sistem katup atau valve yang dirancang untuk mencegah kebocoran maupun ledakan.
"Ini yang kita coba nanti kompornya tidak perlu diganti kompor langsung. Dan itu bisa menahan peledakan dan kebakaran sampai 100 eh 1.000 cc itu sudah sekarang lagi diuji,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan proses pengujian tahap ketiga dapat rampung dalam waktu dekat sehingga produksi massal tabung CNG 3 kilogram bisa dimulai pada Juli 2026.
Sekarang kita lakukan uji tahap ketiga mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa produksi. Nah kalau ini mampu kita lakukan, berarti kita bisa menahan impor LPG,” ucap Bahlil.
Siapkan Pilot Project
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menyiapkan pilot project implementasi Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (Kg).
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Menteri ESDM untuk melakukan tahap uji coba terlebih dahulu sebelum implementasi lebih luas.
“Kita saat ini sesuai arahan Pak Menteri, agar kita melakukan piloting dulu di kota-kota besar. Untuk piloting ini, kita targetnya yang penting kota-kota ini bisa kita mulai dulu. Seperti itu,” kata Laode saat ditemui di ICE BSD dikutip, Kamis (21/5/2026).
Laode menambahkan, pilot project tersebut akan difokuskan di sejumlah kota besar yang berada di Pulau Jawa
“Ya, di kota-kota besar di Pulau Jawa, Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, seperti itu,” tambahnya.
Dalam tahap awal pengujian, pemerintah membutuhkan tabung gas dalam jumlah besar untuk memastikan proses uji coba berjalan optimal.
Baca Juga: Menteri ESDM Pastikan Impor Minyak Rusia Lanjut, Lemigas Sudah Kantongi Kontrak
Namun pengadaan tabung tersebut akan dilakukan oleh calon badan usaha yang terlibat dalam program.
“Untuk bisa kita dapatkan tabung yang real, minimum kita harus pesan 100 ribu. Tapi ini yang lakukan calon badan usahanya ya, bukan kita. Mereka yang sedang berproses sekarang,” ujar Laode.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









