Akurat Logo

Kementerian ESDM Targetkan Blok Masela Produksi Perdana pada 2029

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 27 Juni 2026, 10:30 WIB
Kementerian ESDM Targetkan Blok Masela Produksi Perdana pada 2029
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proyek strategis Blok Masela terus bergerak sesuai target.

Kementerian ESDM diketahui menargetkan konstruksi dimulai pada 2027 dan produksi perdana (on-stream) dapat terealisasi pada 2029.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan target tersebut sejalan dengan arahan yang sebelumnya telah disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Baca Juga: Sempat Ditahan Untuk PLN, Kementerian ESDM Buka Kembali Ekspor Batu Bara

"Saya pikir Pak Menteri sudah pernah mengumumkan nih, di 2030-an ya, 2029-2030 ya, 2029 ya (onstream) sudah mengumumkan,” kata Laode di Kementerian ESDM, Jumat (26/6/2026).

Laode menambahkan, pemerintah juga menargetkan pelaksanaan groundbreaking proyek Masela pada bulan Juli 2026.

Terkait kesiapan lahan, Laode memastikan proses pembebasan lahan untuk mendukung pembangunan proyek telah rampung sehingga tidak lagi menjadi kendala dalam pelaksanaan konstruksi ke depan.

“Sudah, sudah selesai. Tinggal menunggu informasi pelaksanaan groundbreaking-nya,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah mempercepat pengembangan proyek-proyek migas yang selama ini mangkrak meski telah mengantongi Plan of Development (POD), termasuk proyek strategis Blok Masela.

Bahlil mengungkapkan, proyek Masela telah dikuasai oleh perusahaan Jepang, INPEX, selama hampir tiga dekade tanpa kunjung memasuki tahap produksi.

"Salah satu diantaranya adalah blok Masela. Masela ini sudah 26 tahun, 28 tahun dikuasai oleh INPEX Jepang dan nggak selesai-selesai,” kata Bahlil dalam Seminar nasional Kajian Tengah Tahun INDEF, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Kementerian ESDM Kumpulkan PGN, SKK Migas, dan Kemenperin Bahas HGBT

Saat ini, proyek tersebut menyelesaikan keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) dan bersiap memasuki tahap konstruksi.

"Sekarang Alhamdulillah udah jalan, sudah mau groundbreaking, dan FID-nya udah selesai, 2027 awal konstruksi, dan ditargetkan 2029-2030 sudah bisa berproduksi, dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia,” tutur Bahlil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.