Kemenekraf Ungkap 3 Juta Kesenjangan SDM Digital

AKURAT.CO Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) berhasil meluluskan sebanyak 2.053 talenta digital melalui Program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026, jauh melampaui target awal kelulusan sebanyak 800 peserta.
Meski demikian, capaian tersebut masih menjadi bagian kecil dari tantangan nasional dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) digital yang diproyeksikan mencapai 12 juta orang pada 2030.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam mengatakan, program BDT 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Baca Juga: Shopee dan Kemenekraf Perluas Pelatihan Digital Lewat Program Gen Matic 2026 di Bekasi
Dari target awal 2.200 peserta, program tersebut berhasil menarik sekitar 5.900 pendaftar yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia, dengan total 2.053 peserta dinyatakan lulus.
"Dari target awal 2.200 peserta, berhasil menarik perhatian sekitar 5.900 peserta dari 37 provinsi di Indonesia. Dan dari target 800 peserta yang direncanakan untuk lulus, program ini berhasil meluluskan 2.053 peserta," ujar Neil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Neil menilai tingginya angka kelulusan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat untuk meningkatkan kompetensi digital, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang kini menjadi fondasi baru berbagai sektor industri.
Menurutnya, AI tidak lagi sekadar tren teknologi, tetapi telah berkembang menjadi infrastruktur produktivitas yang mengubah cara bekerja, berbisnis, hingga menciptakan nilai ekonomi baru.
"Kita yakin kita akan menghadapi berbagai tantangan disrupsi di ke depannya dan kita tentunya harus siap. Itulah kenapa kita juga di ekonomi kreatif ini mendorong teman-teman kreator untuk mulai masuk ke dalam dunia AI untuk mempelajari dan juga nantinya bisa menerapkan," kata Neil.
Meski capaian BDT melampaui target, tantangan penyediaan SDM digital nasional masih besar. Berdasarkan proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia diperkirakan membutuhkan 12 juta talenta digital pada 2030, sementara kapasitas yang dapat disiapkan diperkirakan hanya sekitar 9 juta orang.
Artinya, Indonesia masih berpotensi menghadapi kekurangan sekitar 3 juta tenaga digital dalam lima tahun ke depan.
Neil mengatakan kebutuhan tersebut tidak hanya berasal dari perusahaan teknologi, tetapi juga meluas ke berbagai subsektor ekonomi kreatif yang kini semakin mengadopsi AI dan transformasi digital dalam proses bisnisnya.
"Kebutuhan ini tidak hanya datang dari sektor teknologi tapi juga dari seluruh subsektor ekonomi kreatif juga. Karena itu pembangunan talenta digital bukan lagi pilihan, pembangunan talenta digital adalah kebutuhan strategis bangsa ini. Di sinilah urgensi program seperti Badan Ekraf Digital Talent atau BDT," ujarnya.
Program BDT 2026 sendiri dirancang sebagai pelatihan kompetensi digital berbasis kurikulum industri global yang mengombinasikan penguatan kemampuan teknis (hard skill) dan keterampilan interpersonal (soft skill).
Mengusung tema Productivity with AI, peserta mengikuti kelas AI praktis, pemanfaatan AI generatif, hingga lokakarya implementasi AI melalui pembelajaran daring maupun luring.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






