Rosan: Investasi Harus Lahirkan Inovasi, Bukan Hanya Tambah Modal

AKURAT.CO Pemerintah mulai menggeser arah kebijakan hilirisasi nasional. Jika selama ini hilirisasi identik dengan pembangunan fasilitas pengolahan sumber daya alam, kini pemerintah menekankan pentingnya menjadikan hasil riset perguruan tinggi sebagai penggerak investasi dan industri bernilai tambah.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan, kolaborasi antara dunia riset dan dunia usaha menjadi faktor penentu agar investasi tidak berhenti pada penanaman modal semata, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang siap diterapkan di sektor industri.
"Kami meyakini keberadaan Bapak, Ibu, mahasiswa dan mahasiswi di universitas, terutama di bidang riset dan development, memberikan kontribusi yang sangat positif. Oleh sebab itu kita tinggal memikirkan kolaborasi ke depannya supaya hal-hal positif yang sudah dilahirkan dari investasi dan hilirisasi ini bisa diimplementasikan ke dalam industri-industri yang ada dan bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa ke depannya," kata Rosan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Baca Juga: Kebut Hilirisasi, Peran BUMN Pangan Bakal Diperjelas
Menurut Rosan, keberhasilan investasi tidak lagi cukup diukur dari besarnya modal yang masuk. Investasi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan produktivitas nasional, memperkuat penguasaan teknologi, sekaligus menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.
Data BKPM menunjukkan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7% secara tahunan (year-on-year). Capaian tersebut melampaui target pemerintah dengan realisasi 101,3% dan berhasil menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja langsung, meningkat 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Rosan menegaskan capaian tersebut menjadi modal penting untuk memasuki fase berikutnya, yakni membangun ekosistem industri yang lebih berbasis inovasi.
"Riset yang terhubung dengan industri menjadi salah satu faktor penting dalam membangun industri yang sehat dan berkelanjutan. Kepastian regulasi, good governance, serta kemudahan berusaha akan meningkatkan kepercayaan investor sekaligus menciptakan persaingan usaha yang adil," ujarnya.
Sebagai pendukung agenda tersebut, pemerintah telah menyiapkan fasilitas Super Tax Deduction hingga 300% untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development), serta hingga 200% bagi kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi.
Insentif tersebut diharapkan mampu mempercepat komersialisasi hasil riset nasional sehingga lebih banyak inovasi yang masuk ke sektor industri.
Sebagai informasi, kebijakan hilirisasi Indonesia selama beberapa tahun terakhir lebih banyak berfokus pada peningkatan nilai tambah komoditas mineral dan sumber daya alam melalui pembangunan fasilitas pengolahan di dalam negeri.
Dalam perkembangannya, pemerintah mulai memperluas konsep tersebut dengan memasukkan penguatan riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional.
Perubahan pendekatan ini dinilai penting karena dapat memperkuat daya saing industri Indonesia di tengah persaingan global. Integrasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan pelaku industri diharapkan mampu mempercepat lahirnya teknologi baru, meningkatkan produktivitas perusahaan, serta menciptakan lapangan kerja yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi lebih tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









