Fi Asia Indonesia 2026 Kembali Digelar, Dorong Pangan Berkualitas untuk Kesehatan dan Lingkungan

AKURAT.CO Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia kembali digelar di Jakarta pada 16–18 September 2026, sebagai wujud komitmen dalam mendukung industri makanan dan minuman menghadapi perubahan ekspektasi konsumen yang terus berkembang.
Mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”, Fi Asia Indonesia menegaskan perannya sebagai platform strategis yang mendorong peningkatannstandar kualitas, keberlanjutan, serta kepemimpinan industri makanan minuman di Indonesia dan kawasan ASEAN.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman menekankan bahwa peningkatan standar mutu pangan kini menjadi keharusan strategis bagi industri.
Baca Juga: FI Asia Dorong Kemajuan Industri Mamin RI
“Industri makanan dan minuman tidak lagi cukup hanya memenuhi regulasi minimum. Ke depan, pelaku usaha harus secara aktif meningkatkan standar kualitas, keamanan pangan, dan nilai gizi produknya agar dapat menjawab tantangan kesehatan masyarakat sekaligus menjaga daya saing industri,” kata Adhi dalam konferensi pers Fi 2026, Kamis (2/7/2026).
Adhi menambahkan bahwa kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan institusi ilmiah menjadi kunci untuk memastikan peningkatan standar dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, melalui kolaborasi yang kuat, industri dapat mendorong adopsi standar yang lebih tinggi, mendukung kesehatan publik, sekaligus memperkuat ketahanan dan keberlanjutan sektor pangan nasional.
Peningkatan standar ini menjadi semakin relevan di tengah temuan global terkait keamanan pangan. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa pangan tidak aman masih menjadi penyebab ratusan juta kasus penyakit setiap tahunnya.
Di tempat yang sama, Direktur South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI PGKH IPB, Puspo Edi Giriwono menegaskan bahwa kualitas dan keamanan pangan harus dibangun dari hulu ke hilir, from farm to table, sepanjang rantai pangan.
“Meningkatkan standar mutu dan keamanan pangan berarti memperkuat kontrol terhadap bahan baku, formulasi, dan proses produksi. Tujuannya bukan hanya memastikan pangan aman dikonsumsi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kesehatan, perekonomian, dan perdagangan jangka panjang,” jelas Puspo.
Sementara itu, Regional Portfolio Director – ASEAN Informa Markets, Rose Chitanuwat menegaskan bahwa Fi Asia Indonesia 2026 dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar pameran.
Ditargetkan akan ada 700 brand berskala internasional yang bergabung dalam pameran ini dengan lebih dari 24.000 pengunjung yang akan hadir selama pameran. Rose menjelaskan bahwa kekuatan Fi Asia Indonesia terletak pada kemampuannya mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.
“Fi Asia Indonesia 2026 hadir sebagai platform strategis yang menghubungkan inovasi, kepemimpinan industri, dan keberlanjutan dalam satu ekosistem pangan. Tema Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future mencerminkan urgensi transformasi yang sedang dihadapi industri saat ini,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









