Akurat Logo

Semester I 2026, KAI Angkut 32,5 Juta Ton Barang Hingga Tutup 172 Perlintasan

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 6 Juli 2026, 08:20 WIB
Semester I 2026, KAI Angkut 32,5 Juta Ton Barang Hingga Tutup 172 Perlintasan
KAI mengangkut 32,5 juta ton barang sepanjang Semester I 2026. Batu bara masih mendominasi, sementara layanan logistik dan keselamatan terus diperkuat.

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil melayani 32.498.043 ton barang sepanjang Semester I-2026. Jumlah tersebut terdiri atas 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, kinerja ini menunjukkan peran KAI dalam mendukung rantai pasok nasional, khususnya untuk kebutuhan energi, industri, dan logistik.

“Dengan kapasitas besar dan jadwal perjalanan yang terencana, layanan barang berbasis rel menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis,” kata Bobby dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Baca Juga: PT KAI Tutup 80 Pelintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Bobby menyampaikan, penguatan logistik juga dilakukan melalui penambahan sarana. Hingga Semester I-2026, sebanyak 1.080 gerbong datar telah tiba untuk memperkuat layanan barang di Sumatra. Penambahan sarana ini mendukung peningkatan kapasitas layanan batu bara dan komoditas lain berbasis rel.

KAI juga menghadirkan KA Brumbung Cargo sebagai alternatif logistik nasional yang lebih efisien. Pada Semester I-2026, angkutan peti kemas KAI mencapai 2,62 juta ton.

Kehadiran KA Brumbung Cargo menjadi bagian dari upaya KAI memperkuat distribusi barang berbasis rel dengan kapasitas hingga 800 ton per rangkaian.

“Layanan barang menjadi salah satu kontribusi penting KAI bagi perekonomian. Kereta api memiliki keunggulan kapasitas, keteraturan jadwal, dan konektivitas lintas wilayah. Karena itu, penguatan layanan barang terus kami dorong agar dapat memberi nilai tambah bagi dunia usaha dan rantai pasok nasional,” ujar Bobby.

Tutup 172 Perlintasan

Dari sisi keselamatan, KAI menyelesaikan penutupan 172 perlintasan prioritas pada Semester I-2026. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus perlindungan bagi masyarakat di sekitar jalur.

Penutupan dilakukan pada titik-titik prioritas yang memiliki risiko keselamatan, khususnya perlintasan sebidang yang perlu ditata agar perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih aman.

Baca Juga: Tabrakan di Bekasi Timur, PT KAI Harus Evaluasi Sistem Persinyalan hingga Prosedur Penghentian Darurat

“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap layanan KAI. Penutupan 172 perlintasan prioritas merupakan langkah penting untuk menekan potensi risiko di jalur kereta api. KAI akan terus memperkuat koordinasi agar penataan perlintasan berjalan baik dan memberi perlindungan lebih besar bagi masyarakat,” ucap Bobby.

Siap Perkuat Kualitas Layanan

Pada Semester II-2026, Bobby menuturkan KAI akan terus menjaga keselamatan, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat integrasi antarmoda, mengembangkan layanan barang, serta memperluas manfaat ekonomi kereta api bagi masyarakat.

“KAI Group akan terus menjaga kepercayaan ini melalui layanan yang semakin aman, nyaman, mudah diakses, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia,” tutup Bobby.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.