Permintaan Pesawat Melonjak, Pertamina Garap Peluang Industri SAF

AKURAT.CO Pertumbuhan industri penerbangan di Asia Tenggara diproyeksikan terus meningkat dalam dua dekade mendatang. Di tengah lonjakan kebutuhan pesawat tersebut, Indonesia mulai mempersiapkan diri agar tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain dalam rantai pasok bahan bakar penerbangan ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Langkah itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Pertamina (Persero) dan Boeing untuk menjajaki pengembangan ekosistem SAF di Indonesia.
Kerja sama tersebut diarahkan bukan sekadar untuk pengembangan produk bahan bakar, melainkan membangun fondasi industri SAF nasional, mulai dari ketersediaan bahan baku, pengembangan teknologi, hingga dukungan terhadap kebijakan yang dibutuhkan agar implementasinya dapat dipercepat.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengatakan, kolaborasi dengan Boeing menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun industri SAF yang memiliki daya saing.
"Dengan potensi sumber daya domestik yang melimpah, kapabilitas pengolahan Pertamina, serta keahlian global Boeing di sektor aviasi, kami optimistis kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan industri SAF yang berdaya saing, menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan," ujar Simon dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
Momentum pengembangan SAF dinilai semakin relevan setelah Boeing memperkirakan lalu lintas penumpang udara di Asia Tenggara akan tumbuh rata-rata 7% setiap tahun. Pertumbuhan tersebut diperkirakan mendorong kebutuhan sekitar 4.885 pesawat baru hingga 2044.
Kenaikan jumlah armada itu juga berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar penerbangan. Di sisi lain, industri aviasi global menghadapi tekanan untuk menurunkan emisi karbon, sehingga penggunaan SAF menjadi salah satu solusi yang mulai diadopsi berbagai maskapai.
Dalam bentuk murni atau neat SAF, bahan bakar tersebut disebut mampu mengurangi emisi karbon hingga sekitar 80% dibandingkan bahan bakar jet konvensional sepanjang siklus hidupnya.
Managing Director Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde mengatakan, Boeing menyambut baik kolaborasi dengan Pertamina dalam mendorong pengembangan SAF di Indonesia.
Menurutnya, ruang kerja sama akan mencakup identifikasi potensi bahan baku, dukungan pengembangan teknologi, hingga program edukasi dan pelatihan guna mempercepat terbentuknya ekosistem SAF nasional.
Baca Juga: Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha, Perkuat Bisnis Inti dan Efisiensi
"Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung masa depan industri penerbangan Indonesia yang lebih berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional," kata Indra.
Di sisi lain, Pertamina telah memulai sejumlah langkah untuk mengembangkan industri SAF di dalam negeri. Perusahaan pelat merah itu sebelumnya telah memproduksi sekaligus memperoleh sertifikasi Pertamina Sustainable Aviation Fuel dan mulai mengimplementasikan penggunaannya bersama Pelita Air.
Pengembangan juga dilakukan melalui proyek Cilacap Biorefinery yang dikelola PT Pertamina Patra Niaga. Fasilitas tersebut dirancang untuk memproduksi SAF dan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dengan memanfaatkan Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah serta berbagai bahan baku berkelanjutan berbasis limbah lainnya.
Melalui kerja sama dengan Boeing, Pertamina berharap pengembangan SAF tidak berhenti pada produksi bahan bakar semata, tetapi berkembang menjadi ekosistem industri yang mampu mendukung pertumbuhan sektor penerbangan nasional sekaligus memperkuat transisi menuju energi yang lebih rendah emisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








