Akurat Logo

Lapangan Minyak Tua Jadi Andalan Baru Pertamina Jaga Produksi

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 9 Juli 2026, 17:14 WIB
Lapangan Minyak Tua Jadi Andalan Baru Pertamina Jaga Produksi
Pertamina mulai menerapkan teknologi CEOR di Lapangan Rama untuk meningkatkan produksi dari lapangan minyak tua sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

AKURAT.CO Di tengah tantangan menjaga produksi minyak nasional dari lapangan-lapangan yang semakin menua, PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) mulai mengimplementasikan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Offshore Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pertamina untuk meningkatkan produksi dari aset yang telah lama beroperasi.

Alih-alih hanya bergantung pada penemuan cadangan baru yang membutuhkan waktu dan biaya besar, perusahaan kini mulai memaksimalkan potensi minyak yang masih tersisa di reservoir melalui penerapan teknologi.

Baca Juga: 14 Kasus Korupsi Besar yang Pernah Ditangani Febrie Adriansyah, dari Jiwasraya hingga Pertamina

Teknologi CEOR yang digunakan mengandalkan metode polymer flooding, yakni menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir guna meningkatkan efisiensi penyapuan (sweep efficiency).

Dengan cara tersebut, minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan dapat terdorong menuju sumur produksi sehingga tingkat perolehan minyak (recovery factor) meningkat.

Teknologi ini selama ini dikenal sebagai salah satu metode Enhanced Oil Recovery (EOR) yang diterapkan pada lapangan minyak yang telah memasuki fase mature atau lapangan tua, ketika produksi alamiahnya mulai mengalami penurunan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan lapangan migas yang telah lama beroperasi masih memiliki potensi apabila didukung inovasi teknologi yang tepat.

"Lapangan mature bukan aset yang selesai, namun membutuhkan inovasi dan pendekatan baru. Hari ini, melalui Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), kita sedang memberikan terapi baru bagi reservoir kita, memperpanjang usia produktifnya, dan membuktikan bahwa aset-aset puluhan tahun masih mampu berkontribusi besar bagi ketahanan energi nasional," ujar Simon di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Menurut Simon, implementasi injeksi polimer di Lapangan Rama juga mencerminkan perubahan pendekatan dalam menjaga pasokan energi nasional. Ketahanan energi, kata dia, tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan menemukan cadangan migas baru, tetapi juga kemampuan mengoptimalkan aset yang telah dimiliki melalui pemanfaatan teknologi.

"Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan. Teknologi adalah cara kita menjaga amanah bangsa. Amanah untuk memastikan energi tetap tersedia, memperkuat ketahanan energi nasional, dan memastikan Pertamina terus memainkan perannya sebagai soko guru energi Indonesia," katanya.

Sebelum memasuki tahap implementasi, proyek CEOR di Lapangan Rama telah melalui serangkaian studi yang mencakup kajian bawah permukaan (subsurface), analisis laboratorium, desain rekayasa, perencanaan operasi lepas pantai, hingga evaluasi keekonomian dan manajemen risiko.

Baca Juga: Usai Tertahan, Pertamina Pride Akhirnya Berhasil Tinggalkan Selat Hormuz

Proyek tersebut juga mendapat penilaian dan review dari para ahli EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina untuk memastikan kesiapan dari sisi teknis, operasional, maupun aspek keselamatan kerja.

Selain ditujukan untuk meningkatkan produksi, implementasi CEOR di Lapangan Rama juga menjadi proyek pembelajaran bagi Pertamina. Data operasional yang diperoleh dari proyek ini akan digunakan untuk mengevaluasi efektivitas teknologi sebagai dasar pengembangan penerapan CEOR dalam skala penuh (full field) di masa mendatang.

PHE OSES menargetkan manfaat penuh dari implementasi teknologi tersebut dapat terealisasi hingga 2030.

Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery di lapangan-lapangan migas lepas pantai lainnya di Indonesia. Jika terbukti efektif, pendekatan tersebut berpotensi memperpanjang usia produksi lapangan minyak yang telah memasuki fase matang sekaligus mendukung upaya peningkatan produksi migas nasional di tengah menurunnya produksi alamiah sejumlah lapangan tua.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.