Indonesia dan Swiss Tekun MoU Kerja Sama Sektor Mineral dan Logam

AKURAT.CO Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Pemerintah Konfederasi Swiss menyelesaikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Enhanced Cooperation in the Minerals and Metals Sector.
Penandatanganan ini dilakukan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan disaksikan oleh Duta Besar Swis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder.
Rosan mengatakan bahwa penyelesaian penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan Indonesia dan Swis di sektor mineral dan logam, sekaligus mendukung pengembangan investasi hilirisasi yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bos BKPM Taksir Realisasi Investasi Kuartal-I 2026 Naik Hampir 7 Persen ke Rp497 Triliun
"Dalam upaya tersebut, Swis merupakan mitra yang ideal dengan keunggulannya di bidang teknologi, inovasi, keberlanjutan, pembiayaan, logistik, dan akses pasar global," kata Rosan, Jumat (17/7/2026).
Sementara itu, Duta Besar Swis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Oliver Zehnder menyampaikan bahwa MoU tersebut menjadi landasan baru bagi kedua negara untuk memperkuat kolaborasi yang saling melengkapi di sektor mineral dan logam.
Nota kesepahaman ini, kata Oliver memanfaatkan keunggulan yang saling melengkapi antara kedua negara, dengan menghubungkan potensi sumber daya Indonesia dengan teknologi, keahlian, dan modal dari Swis di sepanjang rantai nilai, mulai dari investasi dan inovasi hingga praktik pengelolaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini akan semakin mempererat kemitraan ekonomi kedua negara sekaligus menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di Indonesia maupun Swis," jelas Zehnder.
Adapun, MoU ini merupakan tindak lanjut dari Expression of Interest yang ditandatangani pada 30 September 2025 dan menjadi kerangka kerja sama kedua negara untuk meningkatkan investasi serta pengembangan industri mineral dan logam.
Kerja sama mencakup promosi dan fasilitasi investasi, penguatan rantai pasok mineral dan logam yang berkelanjutan, pertukaran pengetahuan dan teknologi, pengembangan sumber daya manusia.
Kemudian, penerapan praktik Environmental, Social, and Governance(ESG), pengembangan teknologi bersih (cleantech), peningkatan tata kelola industri hilir, hingga penyelenggaraan misi bisnis, seminar, pameran, pelatihan, dan business matching.
Kerja sama ini sejalan dengan agenda transformasi ekonomi Indonesia melalui hilirisasi sumber daya alam.
Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah mineral strategis nasional melalui pengembangan industri pengolahan dan manufaktur berteknologi tinggi, termasuk ekosistem baterai kendaraan listrik, energi terbarukan, dan industri hijau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









