Akurat Logo

Kemenperin dan BRIN Dampingi IKM di Sukabumi Hasilkan Mesin Suwir Ikan dan Daging

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 20 Juli 2026, 09:03 WIB
Kemenperin dan BRIN Dampingi IKM di Sukabumi Hasilkan Mesin Suwir Ikan dan Daging
Menperin, Agus Gumiwang

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian, berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengadakan kegiatan Pendampingan Diversifikasi Produk bagi IKM Permesinan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini guna memperkuat kapasitas teknis pelaku IKM permesinan dalam menghasilkan mesin pengolahan pangan yang lebih inovatif dan sesuai kebutuhan industri.
 
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, sektor IKM memiliki posisi yang sangat strategis dalam struktur industri nasional.

Baca Juga: Kemenperin Percepat Hilirisasi Pisang Lewat Sentra IKM di NTT

Agus menambahkan, selain mendominasi struktur industri nasional dengan porsi unit usaha mencapai 99,79% dari total unit usaha industri yang tersebar di berbagai daerah, IKM juga menyerap hingga 13,4 juta tenaga kerja.

“Oleh karena itu, penguatan daya saing IKM menjadi langkah penting untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Agus dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Agus menyampaikan, daerah yang memiliki potensi sumber daya alam besar seperti Kabupaten Sukabumi perlu didukung dengan penguasaan teknologi pengolahan agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.
 
"Kami mendukung IKM lokal, khususnya yang berada di daerah dengan potensi sumber daya alam seperti Sukabumi, untuk berperan aktif memaksimalkan pengolahan hasil sumber daya alam setempat sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," tegasnya.
 
Kabupaten Sukabumi dikenal memiliki potensi besar pada sektor peternakan dan perikanan. Wilayah pesisir selatan Jawa Barat yang luas serta ketersediaan sumber daya perikanan darat membuka peluang pengembangan industri pengolahan pangan yang semakin kompetitif.

Namun, optimalisasi potensi tersebut membutuhkan dukungan mesin dan peralatan produksi yang efisien serta sesuai kebutuhan pelaku usaha.
 
Melalui program pendampingan ini, sebanyak 16 pelaku IKM Permesinan Teknologi Tepat Guna (TTG) mendapatkan pendampingan intensif dalam mengembangkan serta memproduksi mesin suwir ikan dan daging.

Mesin tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi, menjaga kualitas hasil olahan, sekaligus mendukung berkembangnya industri pengolahan pangan berbasis potensi lokal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.