Cadangan Seng dan Timbal Dairi Prima Mineral Capai 17,7 Juta Ton, Area Anjing Hitam Jadi Prioritas

AKURAT.CO PT Dairi Prima Mineral (DPM) memprioritaskan pengembangan Area Anjing Hitam sebagai tahap awal proyek tambang seng dan timbal di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara.
Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan menyelesaikan pembaruan estimasi sumber daya dan cadangan mineral yang menunjukkan prospek Anjing Hitam memiliki kadar logam lebih tinggi dibandingkan prospek Lae Jehe.
Technical Manager PT Dairi Prima Mineral, Widianto mengatakan, berdasarkan kajian terbaru pada 2025, Anjing Hitam memiliki estimasi sumber daya mineral sebesar 8,5 juta ton dengan kadar seng 13,8% dan kadar timbal 7,9%.
Baca Juga: Mediasi Sengketa LRT City antara ADHI dan Konsumen, Kementerian PKP Siapkan Langkah Ini
Selain itu, deposit tersebut juga mengandung perak dengan kadar rata-rata 10,9 gram per ton.
"Untuk sumber dayanya di tahun 2025 kami dapatkan tonase di 8,5 juta ton dengan kadar seng 13,8% dan kadar timah hitamnya 7,9%. Ada kadar perak tapi tidak terlalu signifikan 10,9 gram per ton," kata Widianto dalam diskusi Tambang Bawah Tanah Modern di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Selain Anjing Hitam, DPM juga memiliki prospek Lae Jehe yang menyimpan estimasi sumber daya jauh lebih besar, yakni mencapai 27,9 juta ton.
Namun, kadar logamnya lebih rendah, dengan kandungan seng sekitar 6% dan timbal 3,7%, serta kadar perak 4,4 gram per ton.
Di sisi lain, Widianto menjelaskan, setelah dilakukan evaluasi keekonomian dan konversi sumber daya menjadi cadangan mineral, DPM mencatat cadangan mineral mencapai 17,7 juta ton.
Angka tersebut terbagi pada area Deposit Anjing Hitam mencapai 7,7 juta ton dengan kadar seng 12,5% dan timbal 7,3%.
“Kemudian untuk prospek Lae Jehe tonasenya sebesar 10 juta ton dengan kadar sengnya 6,4% dan timah hitamnya sebesar 3,8%,” ujarnya.
Widianto menyampaikan, berdasarkan hasil evaluasi tersebut, perusahaan memutuskan memulai pengembangan dari Anjing Hitam terlebih dahulu karena dinilai lebih siap untuk memasuki tahap produksi.
Adapun untuk prospek Lae Jehe, perusahaan masih akan melanjutkan kegiatan eksplorasi melalui pengeboran tambahan guna meningkatkan tingkat keyakinan sumber daya sekaligus memperoleh potensi kadar seng dan timbal yang lebih tinggi.
"Sementara untuk Lae Jehe kita akan melakukan rencana pengeboran untuk bisa mendapatkan terkait kadar seng dan timah hitam yang lebih signifikan lagi," tutur Widianto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









