Akurat Logo

PSEL Legok Nangka Dibangun, Pemerintah Bidik Pengurangan Sampah dan Pasokan Listrik Bersih

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 30 Juli 2026, 16:34 WIB
PSEL Legok Nangka Dibangun, Pemerintah Bidik Pengurangan Sampah dan Pasokan Listrik Bersih
PSEL Legok

AKURAT.CO Pemerintah resmi memulai groundbreaking pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL di kawasan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung.

Sekadar informasi, proyek waste-to-energy senilai USD 400 juta atau sekitar Rp7,2 triliun ini dirancang berkapasitas 40,79 megawatt (MW).

Selama 41 bulan masa konstruksi, proyek diperkirakan menyerap 1.565 tenaga kerja dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 311.874 ton CO2 ekuivalen.

Baca Juga: Danantara Serahkan CLoA kepada 8 Mitra PSEL Tahap II, Proyek Waste-to-Energy Masuk Tahap Implementasi

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot mengatakan, pengelolaan sampah perkotaan secara menyeluruh merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Instruksi tersebut mendorong instansi terkait mencari solusi agar persoalan sampah perkotaan tidak berlarut, mengingat timbunan yang tidak tertangani berpotensi menimbulkan masalah lingkungan seperti longsor dan kebakaran.

"Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan," kata Yuliot dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (30/7/2026).

Yuliot menambahkan, dengan adanya PSEL Legok Nangka dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang bisa diterapkan di berbagai daerah.

Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata.

"Melalui pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat," tambahnya.

Senada dengan Yuliot, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, PSEL Legok Nangka yang ditargetkan beroperasi pada 2029 akan memberikan tiga manfaat utama.

Manfaat tersebut yakni, mengatasi persoalan sampah di Bandung Raya, menyediakan listrik bagi masyarakat dan industri, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.