Akurat Logo

KAI: 210 Juta Orang Naik KA Aglomerasi, Jabodetabek Masih Jadi Penyumbang Terbesar

Esha Tri Wahyuni | 1 Agustus 2026, 17:20 WIB
KAI: 210 Juta Orang Naik KA Aglomerasi, Jabodetabek Masih Jadi Penyumbang Terbesar
Jabodetabek masih menjadi penyumbang pelanggan terbesar kereta aglomerasi pada Semester I 2026. Kenaikan juga terjadi di Bandung, Yogya, Surabaya hingga Sumbar.

AKURAT.CO Kereta api aglomerasi semakin menunjukkan perannya sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

Tidak hanya melayani perjalanan menuju pusat kota, layanan komuter, lokal, regional hingga kereta bandara kini menjadi penghubung utama kawasan permukiman, pusat industri, pendidikan, hingga destinasi wisata.

Fenomena tersebut tercermin dari pertumbuhan jumlah pelanggan di hampir seluruh jaringan kereta aglomerasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama Semester I 2026.

Kenaikan terjadi mulai dari Bandung, Yogyakarta-Solo, Surabaya Raya, Jabodetabek hingga Sumatra Barat, menandakan masyarakat semakin bergantung pada transportasi berbasis rel untuk aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: KAI Catat 178 Juta Perjalanan KRL, Jam Sibuk Jadi Tantangan Kapasitas

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, pola perjalanan masyarakat saat ini tidak lagi terbatas dalam satu kota, melainkan semakin terhubung antardaerah penyangga sehingga membutuhkan moda transportasi yang efisien dan terintegrasi.

"Kehadiran kereta api membantu menghubungkan kota utama dengan wilayah penyangga, kawasan permukiman, pusat pendidikan, sentra perdagangan, kawasan industri, destinasi wisata, hingga bandara," kata Anne Purba dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Anne, layanan kereta api terus dikembangkan mengikuti perubahan karakter mobilitas masyarakat yang kini semakin dinamis, baik untuk bekerja, belajar, berdagang maupun berwisata.

"Layanan kereta api dirancang mengikuti karakter mobilitas masyarakat yang semakin terhubung antarkota dan antarkabupaten untuk bekerja, belajar, berdagang, serta berwisata," ujarnya.

Pertumbuhan paling konsisten terlihat di Jawa Barat. Commuter Line Bandung Raya melayani 10.106.912 pelanggan sepanjang Semester I 2026 atau meningkat 9,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 9.258.327 pelanggan.

Kenaikan tersebut melanjutkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Volume pelanggan Commuter Line Bandung Raya tercatat mencapai 14,72 juta pelanggan pada 2023, meningkat menjadi 16,16 juta pelanggan pada 2024, sebelum kembali naik menjadi 18,73 juta pelanggan sepanjang 2025.

Layanan tersebut menghubungkan Kota Bandung dengan Cimahi, Padalarang, Cicalengka, Rancaekek, Purwakarta hingga Garut yang menjadi kawasan penyangga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan permukiman.

Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo Raya, Commuter Line Yogyakarta-Palur mencatat pertumbuhan pelanggan sebesar 6,93% menjadi 4.719.593 pelanggan pada Semester I 2026.

Sementara itu, Commuter Line Prameks relasi Yogyakarta-Kutoarjo melayani 582.541 pelanggan. Secara keseluruhan, kedua layanan tersebut mengangkut 5.302.134 pelanggan atau meningkat 6,87% dibandingkan tahun sebelumnya.

Konektivitas menuju bandara juga menunjukkan peningkatan signifikan. KA Bandara Internasional Adi Soemarmo melayani 461.482 pelanggan atau tumbuh 24,73% secara tahunan.

Di sisi lain, KA Joglosemarkerto yang menghubungkan sejumlah kota besar di Jawa Tengah dan DIY, seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal dan Pekalongan, mencatat jumlah pelanggan sebanyak 730.576 orang selama Semester I 2026.

Tren serupa terjadi di Jawa Timur. Jaringan KAI Commuter melayani 8.528.571 pelanggan atau meningkat 8,23% dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 7.879.862 pelanggan.

Baca Juga: Naik MRT Jakarta Kini Bisa Pakai Kartu Kredit, Begini Cara Tap In dan Tap Out

Jaringan tersebut menghubungkan Surabaya dengan sejumlah kota penyangga seperti Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Jombang, Malang hingga Blitar yang menjadi pusat industri, perdagangan, dan pariwisata.

Di Banten, Commuter Line Merak melayani 2.414.115 pelanggan selama Semester I 2026. Sementara itu, layanan Kereta Petani dan Pedagang dimanfaatkan 26.074 pelanggan untuk mendukung distribusi hasil usaha masyarakat.

Wilayah Jabodetabek masih menjadi penyumbang volume pelanggan terbesar. Commuter Line Jabodetabek melayani 176.575.981 pelanggan sepanjang Semester I 2026.

Sementara itu, Commuter Line Basoetta menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani 1.197.413 pelanggan atau meningkat 12,71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan juga terjadi di Sumatra Barat. Layanan Minangkabau Ekspres dan KA Lembah Anai terus memperkuat akses menuju Bandara Internasional Minangkabau. Khusus KA Lembah Anai, jumlah pelanggan melonjak menjadi 162.428 orang atau meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain layanan komuter, KAI juga mengoperasikan berbagai kereta lokal dan regional seperti KA Pangrango, Siliwangi, Cut Meutia, Srilelawangsa, Datuk Belambangan, Kuala Stabas hingga Rajabasa yang memperluas konektivitas antardaerah di berbagai provinsi.

Anne menegaskan KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.

"KAI akan terus memperkuat layanan melalui evaluasi operasi, peningkatan kapasitas, integrasi antarmoda, dan pengembangan fasilitas agar konektivitas kawasan aglomerasi semakin mendukung mobilitas masyarakat di berbagai daerah," kata Anne.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.