Akurat Logo

Bahlil Ungkap Groundbreaking PLTS 100 GW Tahap 1 Segera Digelar

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 4 Agustus 2026, 18:57 WIB
Bahlil Ungkap Groundbreaking PLTS 100 GW Tahap 1 Segera Digelar
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan pelaksanaan groundbreaking tahap pertama proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW).

Saat ini, Kementerian ESDM masih mengupayakan penjadwalan dengan Presiden Prabowo Subianto agar peresmian proyek tersebut dapat segera dilaksanakan.

"Nanti saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk kita peresmian tahap pertama terhadap PLTS 100 gigawatt tahap pertama," kata Bahlil di Kementerian ESDM, dikutip Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Kementerian ESDM: PLTS Morowali Berpotensi Perkuat Pasokan Listrik Industri Sulawesi

Bahlil menjelaskan, pengembangan PLTS 100 GW akan dilakukan secara bertahap berdasarkan masterplan yang telah disusun pemerintah.

Menurut Bahlil, Bali menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk pelaksanaan groundbreaking tahap pertama proyek PLTS tersebut. "Kan kita buat masterplan dengan perencanaan. Mungkin kita akan buat di Bali,” ujarnya.

Ditemui secara terpisah, Plt Dirjen Ketenagalistrikan, Tri Winarno menyampaikan bahwa proyek PLTS 100 GW sudah masuk dalam revisi Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru yang disusun pemerintah bersama dengan PT PLN (Persero). "100 GW sudah masuk (revisi RUPTL), peak loh ya, 100 GWp," tutur Tri.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyusun rencana besar untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kapasitas PLTS sebesar 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan.

“Sekarang adalah arahan Bapak Presiden Prabowo kita harus membangun listrik energi terbarukan dari tenaga matahari. Ke depan akan kita bangun kurang lebih sekitar 100 gigawatt (GW),” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Bahlil menyampaikan bahwa proyek PLTS ini akan difokuskan untuk melistriki desa-desa dan kampung-kampung di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas akses listrik dan mengurangi ketimpangan energi nasional.

“Dan ini akan mendorong untuk bagaimana ketersediaan listrik bagi koperasi merah putih,” tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.