Angkutan Batu Bara KAI Tembus 5,13 Juta Ton pada Juli 2026, Naik 6,05 Persen

AKURAT.CO Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan batu bara sebesar 5.127.674 ton pada Juli 2026. Volume tersebut meningkat 6,05% dibandingkan Juli 2025 sebesar 4.835.202 ton.
Sepanjang Januari–Juli 2026, KAI telah melayani 31.661.769 ton batu bara. Capaian ini menunjukkan besarnya peran kereta api dalam mendukung distribusi komoditas energi dalam jumlah besar, terutama di wilayah Sumatra bagian selatan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, peningkatan volume tersebut didukung oleh penguatan kapasitas layanan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari kesiapan lokomotif dan gerbong, prasarana, terminal, pola operasi, fasilitas perawatan, hingga sumber daya manusia.
Baca Juga: Perkuat Distribusi Energi, Angkutan Batu Bara KAI Tembus 6,4 Juta Ton hingga Februari 2026
“Capaian 5,13 juta ton pada Juli menunjukkan kapasitas layanan logistik KAI terus meningkat. Fokus kami adalah memastikan komoditas dapat bergerak dalam jumlah besar secara aman, terjadwal, dan konsisten sehingga dapat mendukung kebutuhan pelanggan serta kegiatan ekonomi nasional,” kata Anne dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Di sisi lain, KAI terus memperkuat kapasitas lintas, ketersediaan sarana, fasilitas bongkar muat, perawatan, serta pengaturan perjalanan agar pertumbuhan angkutan tetap berjalan dengan aman dan andal.
Penguatan tersebut terus dilakukan di Sumatra bagian selatan. KAI telah menyelesaikan penerimaan 54 unit lokomotif CC205 dari Progress Rail yang dipersiapkan untuk memperkuat operasional di Divisi Regional III Palembang. Lokomotif diterima secara bertahap sejak Agustus 2025 hingga Mei 2026.
Penambahan lokomotif tersebut memperkuat kesiapan KAI dalam melayani angkutan barang di wilayah dengan kebutuhan logistik yang tinggi.
Kesiapan sarana juga penting untuk menjaga kelancaran perjalanan, waktu pelayanan, serta kesinambungan operasi dalam jangka panjang.
Bersama PT INKA, KAI juga melakukan pengadaan 1.125 gerbong datar yang dipersiapkan untuk mendukung distribusi logistik di Sumatra Selatan. Penguatan sarana dilakukan sejalan dengan perkembangan kebutuhan pelanggan dan kesiapan infrastruktur pendukung.
“Peningkatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh. Lokomotif, gerbong, jalur, terminal, perawatan, dan pola perjalanan harus sama-sama siap. Dengan cara itu, pertumbuhan volume dapat tetap diikuti oleh pelayanan yang aman dan andal,” ujar Anne.
Bagi KAI, pertumbuhan angkutan barang menjadi bagian penting dari penguatan peran kereta api dalam sistem logistik nasional.
KAI akan terus meningkatkan kapasitas, produktivitas sarana, serta kerja sama dengan pelanggan dan pemangku kepentingan agar layanan logistik semakin kuat dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








