Akurat Logo

Temui Purbaya, Bahlil Bahas Harga BBM Terkini

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 12 Agustus 2026, 10:09 WIB
Temui Purbaya, Bahlil Bahas Harga BBM Terkini
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyambangi kantor Menkeu Purbaya

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan di tengah ketidakpastian harga minyak mentah dunia.

Bahlil mengatakan, kepastian tersebut merupakan komitmen pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan setelah pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Kami berdua punya komitmen atas dasar perintah Bapak Presiden Bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Ini yang paling penting,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian Keuangan, dikutip Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Garuda Indonesia Bocorkan Strategi 2026: Jurus Mitigasi Harga BBM hingga Teka-Teki Konsolidasi Pelita Air

Bahlil menyampaikan, pemerintah tetap memperhatikan perkembangan harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP) dalam menentukan kebijakan harga BBM.

Namun, mekanisme penyesuaian akan lebih memungkinkan diterapkan pada BBM nonsubsidi. Bahlil mengatakan, apabila harga minyak dunia mengalami penurunan, harga BBM nonsubsidi dapat ikut disesuaikan.

“Dan kami juga merumuskan ketika harga dunia itu turun, maka harga yang non-subsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia. Kalau turun ya turun, kalau naik ya terkoreksi juga untuk kenaikan,” ujarnya.

Selain itu, dalam pertemuan dengan Menkeu Purbaya, Bahlil mengatakan, terdapat wacana untuk membuat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi lebih tepat sasaran.

“Tadi kita membahas juga terhadap pola subsidi tepat sasaran. Selama ini kan kita tahu teman-teman, sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi? Contoh Pertalite. Desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi,” tambah Bahlil.

Bahlil mengatakan, pemerintah tengah membahas sistem penyaluran subsidi agar anggaran subsidi yang mencapai ratusan triliun rupiah dapat lebih banyak diterima masyarakat yang memang berhak.

Bahlil menyebut, pembahasan tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Menteri Keuangan. Pemerintah juga masih menghitung potensi penghematan yang dapat diperoleh dari perbaikan skema subsidi tersebut.

“Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.