Maruarar Sirait: Pemerintah Percepat Penyediaan Rumah Layak dan Terjangkau

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan penyediaan rumah bagi masyarakat.
Komitmen tersebut dilakukan dengan memperkuat ekosistem perumahan melalui pembangunan rumah, peningkatan kualitas hunian, pemberian subsidi, hingga perluasan akses pembiayaan.
Sejumlah capaian sektor perumahan hingga semester I 2026 menunjukkan upaya tersebut terus berjalan.
Program pemerintah tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah rumah, tetapi juga memastikan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan memiliki kepastian pembiayaan.
Salah satu program yang terus digenjot Kementerian PKP adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah.
“Hingga semester I 2026, program tersebut telah mencapai 88.635 unit, membantu masyarakat meningkatkan rumah yang sebelumnya belum memenuhi standar kelayakan,” kata Maruarar dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Dari sisi kepemilikan, berbagai intervensi pemerintah juga mulai menunjukkan dampak terhadap penurunan backlog perumahan.
Data terbaru menunjukkan jumlah rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri turun sekitar 350 ribu menjadi sekitar 9,29 juta rumah tangga pada 2026.
“Perbaikan juga terlihat dari sisi kelayakhunian. Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap rumah layak huni meningkat menjadi 70,30 persen pada 2026, dibandingkan 68,40 persen pada 2025,” jelasnya.
Menurut Maruarar, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan perumahan harus dilihat secara menyeluruh.
Ukuran keberhasilan bukan semata jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga semakin banyak keluarga yang memiliki rumah sendiri dan tinggal di hunian yang layak.
“BPS ini adalah wasit dari kinerja kita. Harus adil dan punya indikator yang terukur. Saya percaya BPS punya metodologi yang benar dan integritas yang benar,” ujarnya.
Baca Juga: Puan Ajak Masyarakat Jaga Ruang Digital dari Hoaks dan Politik Kebencian
Maruarar mengatakan data Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi salah satu instrumen untuk melihat dampak berbagai program pemerintah di sektor perumahan.
Kendati demikian, ia menegaskan pekerjaan utama Kementerian PKP adalah memastikan pembangunan dan penyediaan rumah terus berjalan serta manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pesan saya kepada BPS, teruslah sampaikan yang benar, bukan yang enak didengar,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










