Angger Dimas Tak Pernah Bertemu Yudha Arfandi Usai Ditangkap dan Ditetapkan Tersangka
Sri Agustina | 13 Februari 2024, 19:19 WIB

AKURAT.CO Angger Dimas kembali mendatangi Polda Metro Jaya untuk melakukan pemeriksaan tes psikologi kasus kematian putranya, Raden Andante Khalif Pramudityo atau Dante.
Angger mengaku tes psikologi yang dilakukan ini untuk mengetahui tingkat kejiwaannya pasca ditinggal pergi oleh Dante.
"Tes psikologi aja sih, kita emang udah biasa kalau misalnya ada kehilangan, kita harus menjalani tes psikologi, apakah kita jadi gila atau enggak," ungkap Angger Dimas di Polda Metro Jaya, Selasa, (13/2/2024).
"(Diperiksa selama) 2,5 jam. Pertanyaan ngalir aja, 'Bagaimana, apa kabar?' Apa yang dirasain saat almarhum tidak ada,'" sambungnya.
Terkait penangkapan Yudha Arfandi atau YA, Angger mengaku hingga saat ini belum bertemu secara langsung oleh tersangka yang diduga telah membunuh putranya itu.
Ketika ditanya apakah secara pribadi ada keinginan bertemu, Angger hanya menyampaikan pengingat kepada YA terkait hukum tabur tuai.
"Saya sih pengen menyampaikan aja ya, kalau misalnya apa yang kau tanam, itu yang kau tuai. Ya tabur tuai ajalah," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







