Sutradara Series Zona Merah Ungkap Latar Belakang Cerita dari Kisah Nyata Bupati Langkat Kerangkeng Manusia
Sri Agustina | 1 Maret 2024, 11:41 WIB

AKURAT.CO Aplikasi streaming Vidio pada tahun 2024 ini berencana mengeluarkan kurang lebih 7 series vidio original.
Salah satunya, yakni Zona Merah yang dimainkan oleh Aghniny Haque, Andri Mashadi, dan Devano Danendra.
Sidharta Tata sebagai sutradara Zona Merah mengungkapkan latar belakang cerita yang diambilnya itu berdasarkan kasus Bupati Langkat yang sempat heboh, sebab beberapa pekerjanya dikerangkeng.
"Ide awalnya dari kasus Bupati Langkat hingga kemudian terkuak soal manusia yang dikerangkeng dan sampai sekarang belum ada yang menjelaskan soal itu. Hal itu yang menjadi basic berpikir kami. Dari situasi tersebut kami membuat connecting door, apa yang membuat kami bisa mengembangkan cerita ini," ujar Sidharta ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (29/2/2024).
"Proses pengembangan cerita hampir memakan waktu satu tahun. Dari awal develop cerita sampai masuk penulisan sekitar empat-lima bulan. Riset sudah termasuk saat proses mengembangkan cerita," sambungnya.
Pemilihan pemain, Sidharta mengakui, sudah terbesit untuk menunjuk Aghniny Haque sejak pembuatan cerita. Dirinya merasa tak dapat mempercayakan lagi aktris lain selain Aghniny Haque.
"Kalau Andi dan Aghniny, itu sudah ada sejak dalam pikiran. Jadi memang dari awal kita udah gak punya alasan untuk gak milih mereka berdua. Jadi sejak pertama ini bakal rilis, siapa sih yang cocok, ini kan ada empat sutradara, diantara kita berempat memang sudah mentok harus Aghniny," pungkasnya.
Zona Merah berkisah tentang buruh bernama Maya (Aghniny Haque) yang kehilangan adiknya. Ditemani seorang jurnalis, Maya melakukan pencarian dalam situasi kota tengah terjangkit wabah mayat hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





