Pihak Ressa Rossano Skakmat Pengakuan Nafkah Denada: Kewajiban 23 Tahun Kemana?

AKURAT.CO Perseteruan antara penyanyi Denada Tambunan dan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano, semakin memanas.
Tim kuasa hukum Ressa secara tegas membantah klaim pihak Denada yang mengaku masih memberikan nafkah hingga Januari 2024.
Mereka menyebut pernyataan tersebut hanyalah bentuk pembelaan diri yang tidak berdasar pada kenyataan pahit yang dialami Ressa selama dua dekade lebih.
Juru bicara tim hukum Ressa, Ronal Armada, mempertanyakan tanggung jawab moral dan materiil Denada yang dianggap "menghilang" selama 23 tahun. Baginya, bukti transfer di awal tahun 2024 tidak bisa menghapus pengabaian panjang di masa lalu.
"Sekarang kalau dia (Denada) merasa sudah mentransfer tahun Januari 2024, terus kewajiban you yang 23 tahun ke mana? Seumpamanya itu ada, mungkin ya dua, tiga kali dia transfer. Itu pun bukan nafkah kok," ujar Ronal Armada saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.
Kondisi ekonomi Ressa disebut sangat memprihatinkan akibat janji-janji yang tidak ditepati oleh sang ibu. Ronal membeberkan bahwa Ressa harus berhenti menempuh pendidikan dan kehilangan aset kendaraan yang seharusnya menjadi modal untuk mencari nafkah.
"Dia sekolah saja putus, tidak dibiayai. Mobil saja tidak dia cicil pembayarannya, sehingga Ressa terdepak dengan leasing. Itu kan cikal bakal persoalan ini," ungkap Ronal.
Akibat ditariknya mobil tersebut oleh pihak leasing, Ressa kehilangan mata pencaharian sebagai sopir taksi daring. Hal ini sekaligus menjadi bukti bantahan bahwa Ressa melakukan eksploitasi terhadap Denada.
Rekan hukum lainnya, Andika Meigista, menilai tuduhan eksploitasi yang dilemparkan pihak Denada sangat tidak masuk akal secara hukum karena kliennya telah dewasa.
"Eksploitasi anak itu berarti ada subjek yang dilindungi sama Undang-Undang Perlindungan Anak. Ressa ini sudah dewasa! Jadi kapan dan dalam bagian apa ada eksploitasi anak?" tegas Andika.
Di sisi lain, Ressa Rossano mengungkapkan kesedihannya karena merasa disudutkan oleh lingkungan pertemanan ibunya, termasuk adanya isu boikot televisi yang disuarakan oleh rekan artis seperti Iis Dahlia.
Ressa menegaskan bahwa tujuannya hanya menuntut hak, bukan menghancurkan karier ibunya.
"Ressa kan enggak meminta seperti ini dan bukan Ressa yang minta diboikot," tutur pemuda berusia 24 tahun tersebut.
Baca Juga: Denada Angkat Bicara, Benarkah Telantarkan Anak Kandung?
Sebagai penutup, tim hukum melayangkan tantangan terbuka bagi Denada untuk muncul dan berdialog secara langsung guna mencari solusi, alih-alih berlindung di balik narasi pembelaan orang lain.
"Kalau you merasa benar, kenapa sampai sekarang kok masih sembunyi? Ayo kita berbicara muka per muka, kita formulasikan gimana solusinya," pungkas Ronal Armada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








