Akurat
Pemprov Sumsel

Cucu Legenda Mpok Nori Dimakamkan Berdampingan dengan Sang Nenek ​

Nuzulul Karamah | 23 Maret 2026, 18:02 WIB
Cucu Legenda Mpok Nori Dimakamkan Berdampingan dengan Sang Nenek ​
Cucu Legenda Mpok Nori Dimakamkan Berdampingan dengan Sang Nenek

AKURAT.CO, Duka mendalam tengah menyelimuti keluarga besar mendiang maestro komedi Betawi, Mpok Nori.

Dwinta Anggary, atau yang akrab disapa Anggi, harus berpulang dengan cara yang tragis di tangan mantan suaminya sendiri.

Kini, sosok yang dikenal murah senyum itu telah beristirahat dengan tenang di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Baca Juga: Sosok Pelaku Pembunuhan Dewhinta Anggary Cucu Mpok Nori, Ternyata WNA

​Pihak keluarga memutuskan untuk memakamkan Anggi di blok yang sama dengan para pendahulunya.

Setelah menjalani proses autopsi di RS Polri Kramat Jati pada Sabtu sore, jenazah langsung dihantarkan ke liang lahad.

​"Pas ditemukan langsung dibawa ke RS Polri, langsung diautopsi. Sore langsung kita makamkan. Mampir dulu ke masjid buat disalatkan, terus baru ke TPU Pondok Ranggon," ujar Diah, kakak korban, saat ditemui di kediamannya.

​Keberadaan makam Anggi pun menjadi simbol kedekatan abadi dengan ayah dan nenek tercintanya.

​"Sebelahnya Mak Aji, sebelahnya Mak Aji kan ada ayah saya. Jadi kita tumpuk di situ sama bapak," tambah Diah.

​Di mata sang kakak, Anggi adalah pribadi yang sangat santun dan tidak pernah marah.

Meski sempat berulang kali mengalami keguguran dan belum memiliki anak kandung, dia mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepada para keponakan.

​"Dia baik ke semuanya. Malah ini keponakannya serasa anak sendiri, dia juga yang mengurus. Dia murah senyum saja, walaupun kita ledek-ledek kayak apa juga dia cuma senyum saja," kenang Diah.

​Peristiwa berdarah ini dipicu oleh keretakan rumah tangga Anggi dengan mantan suaminya, seorang pria warga negara asing berinisial FD.

Hubungan yang dibangun sejak 2019 tersebut berakhir sebulan lalu setelah Anggi ditalak. Namun, keputusan Anggi untuk memulai hidup baru di sebuah kontrakan di kawasan Bambu Apus justru direspons dengan kekerasan mematikan oleh FD yang menolak berpisah.

Baca Juga: Ada Jalan Mpok Nori di Jakarta Timur, Penghargaan Khusus untuk Mendiang Mpok Nori

​Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, membenarkan bahwa pelaku merasa tidak rela atas keputusan korban.

​"Korban ingin pisah hubungannya dengan tersangka, namun tersangka tidak mau," tegas Alfian.

​Pelarian FD akhirnya terhenti setelah tim kepolisian berhasil meringkusnya di daerah Cikupa, Kabupaten Tangerang, sehari setelah kejadian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.