Tembus 50 Juta Stream di Platform Musik, Ifan Seventeen Rilis Short Movie Jangan Paksa Rindu

AKURAT.CO Direktur utama PT Produksi Film Nasional (PFN) sekaligus Vokalis utama Seventeen, Riefian Fajarsyah (Ifan Seventeen) kembali menghadirkan gebrakan baru di industri hiburan Tanah Air melalui karya terbarunya, Jangan Paksa Rindu (Beda).
Tidak hanya sebatas lagu, karya yang ia rilis pada 9 Januari 2026 lalu itu kini berkembang menjadi sebuah video short movie dengan judul 'Jangan Paksa Rindu'.
Langkah tersebut Ifan Seventeen akui menjadi sebuah pendekatan baru di tengah industri musik yang semakin bergeser ke arah storytelling lintas platform.
Baca Juga: Annisa Pohan Rayakan Sweet Seventeen Sang Anak
Sejak dirilis, lanjut Ifan Seventeen, lagu 'Jangan Paksa Rindu (Beda) mencatat performa impresif di berbagai layanan streaming digital.
"Tadi saya lihat di platform Spotify misalnya, lagu Jangan Paksa Rindu (Beda) berhasil meraih lebih dari 50 juta stream dalam waktu relatif singkat, saya bersyukur banget ternyata masyarakat sangat suka lagu tersebut," paparnya.
Tak hanya itu saja, tambah Ifan, potongan lirik emosional dari lagu 'Jangan Paksa Rindu (Beda) juga ramai digunakan dalam berbagai video pendek di media sosial, secara tidak langsung masyarakat ikut membantu penyebaran organik lagu 'Jangan Paksa Rindu (Beda) lebih luas.
"Lagu 'jangan Paksa Rindu (Beda)' tersebut tidak hanya didengar, namun juga hidup sebagai bagian dari konten digital yang dikonsumsi publik setiap hari," katanya kembali.
Hadir Sebagai Film Pendek
Melanjutkan momentum tersebut, Ifan merilis video klip resmi pada 10 April 2026.
Berbeda dari konsep video musik konvensional, karya visual tersebut dikemas dalam format film pendek dengan alur cerita yang lebih kuat.
Merespon hal tersebut, Kreator video musik, Avesina Soebli, menyampaikan bahwa short movie tersebut mengangkat kisah seorang pria yang terjebak dalam kenangan cinta.
“Video ini mengisahkan seorang pria yang terus merindukan sosok yang ternyata antara ada dan tiada,” ujarnya.
Baca Juga: Profil Ifan Seventeen, Musisi yang Dilantik Jadi Dirut PFN: Begini Jejak Karier dan Prestasinya
Menurutnya, Avesina, plot twist emosional yang dihadirkan sengaja dibuat untuk memperkuat makna lagu sekaligus memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi penonton.
Senada dengan Avesina, Ifan pun menyebut pendekatan ini dilakukan karena audiens tidak lagi hanya ingin mendengarkan lagu melainkan ikut merasakan ceritanya.
“Pendengar sekarang tidak hanya ingin menikmati lagu, tapi juga memahami dan merasakan ceritanya,” kata Ifan.
Sebab, lanjut Ifan, musisi kini tidak lagi hanya berperan sebagai pencipta lagu, akan tetapi ia juga harus menjadi storyteller yang memanfaatkan bahasa visual dan sinema.
Melalui karya tersebut, Ifan Seventeen tak hanya menghadirkan lagu baru, tetapi juga menawarkan pengalaman emosional yang hidup di berbagai platform.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






