Buntut Kritik di Media Sosial, Sabrina Carpenter Minta Maaf, Akui Belajar Makna 'Zaghrouta'

AKURAT.CO Bintang pop global, Sabrina Carpenter, memberikan respons cepat terkait gelombang kritik yang menerpanya di media sosial.
Penyanyi lagu Espresso tersebut sempat dituding tidak sensitif terhadap budaya Arab setelah video reaksinya terhadap sorakan khas penonton viral dan memicu perdebatan hangat.
Tudingan bermula saat Sabrina memperlihatkan ekspresi bingung dan melontarkan komentar sarkastis ketika mendengar Zaghrouta—suara melengking khas budaya Timur Tengah—dari arah bangku penonton.
Sebagian netizen sempat melabeli reaksinya sebagai tindakan ofensif, namun Sabrina segera meluruskan kesalahpahaman tersebut melalui pernyataan resmi di platform X.
Dalam unggahannya, Sabrina menjelaskan bahwa situasi di atas panggung membuatnya tidak bisa menangkap apa yang sebenarnya terjadi di kerumunan penonton.
"Permohonan maaf saya, saya tidak melihat orang tersebut dengan mata kepala saya sendiri dan tidak bisa mendengar dengan jelas," tulis Sabrina pada Senin (13/4/2026).
Penyanyi berusia 26 tahun ini menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk merendahkan budaya manapun.
Dia mengakui bahwa responsnya kala itu hanyalah bentuk spontanitas karena rasa bingung.
"Reaksi saya murni kebingungan, sarkasme, dan tidak berniat buruk. Seharusnya saya bisa menanganinya dengan lebih baik!" tambahnya.
Baca Juga: Makna Tersembunyi di Balik Lirik Lagu “Manchild” Sabrina Carpenter
Alih-alih menutup diri dari kritik, Sabrina justru menggunakan momen ini untuk memperluas wawasannya.
Dia kini memahami bahwa Zaghrouta merupakan tradisi ekspresi kegembiraan lintas agama di dunia Arab yang sudah ada sejak zaman pra-Islam.
Menutup klarifikasinya, dirinya memastikan bahwa ke depannya, dia akan lebih terbuka terhadap keberagaman ekspresi budaya para penggemarnya di seluruh dunia.
"Sekarang saya tahu apa itu Zaghrouta! Saya menyambut semua sorakan dan yodel (teknik vokal) mulai sekarang dan seterusnya," katanya.
Langkah Sabrina yang transparan dan rendah hati ini menuai pujian dari para penggemar.
Banyak pihak menilai sikapnya sebagai contoh positif bagi figur publik dalam menghadapi perbedaan budaya di panggung internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









