Akurat Logo

Perbedaan Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi dari Segi Risiko yang Perlu Diketahui

Redaksi Akurat | 1 Juni 2026, 23:32 WIB
Perbedaan Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi dari Segi Risiko yang Perlu Diketahui
Obligasi

AKURAT.CO Dalam dunia investasi, obligasi menjadi salah satu instrumen yang banyak diminati karena dianggap lebih aman dibandingkan saham. Namun, tidak semua obligasi memiliki tingkat risiko yang sama.

Dua jenis obligasi yang paling populer adalah obligasi negara dan obligasi korporasi.

Keduanya menawarkan keuntungan berupa imbal hasil atau kupon, tetapi memiliki perbedaan signifikan, terutama dari segi risiko investasi.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan obligasi negara dan obligasi korporasi dari segi risiko? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: IHSG dan Obligasi Kompak Memerah Imbas Lonjakan Harga Minyak Global

Pengertian Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi

Obligasi Negara

Pengertian dari obligasi negara adalah surat utang yang diterbitkan oleh negara, dalam hal inni pemerintah dengan tujuan untuk membiayai anggaran negara. Dalam hal ini termasuk untuk mendanai APBN, pendidikan, pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, dan proyek yang dibutuhkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Jenis obligasi ini diterbitkan oleh pemerintah dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN). Hingga kini, jenis yang beredar di pasaran meliputi obligasi dengan kupon tetap, kupon mengambang (variable), serta obligasi berbasis syariah atau sukuk negara.

Instrumen ini tergolong sangat aman, karena pemerintah memberikan jaminan hingga Rp2 miliar. Saat jatuh tempo, investor akan menerima kembali dana pokok investasinya beserta kupon (bunga) sesuai ketentuan yang berlaku.

Obligasi Korporasi

Sementara itu, obligasi korporasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan tujuan untuk mendapatkan dana dari investor. Dengan menerbitkan obligasi, perusahaan bisa mendapatkan dana dari investor tanpa harus menyerahkan sebagian dari kepemilikan perusahaannya jika perusahaan melakukan Initial Public Offering (IPO).

Obligasi korporasi merupakan pilihan yang cocok bagi investor berpengalaman yang memiliki toleransi risiko tinggi dan siap menghadapi fluktuasi pasar. Jenis investasi ini umumnya membutuhkan modal besar agar potensi imbal hasil yang diperoleh lebih maksimal, serta lebih ideal untuk strategi investasi jangka panjang.

Baca Juga: Apa Itu Obligasi Negara Ritel (ORI)? Ini Panduan Lengkap Investasinya

Karakteristik Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi

Dilansir dari Bright.id, berikut adalah karakteristik dari obligasi negara dan obligasi korporasi

Obligasi Negara

Dijamin oleh negara/pemerintah sepenuhnya.

Lebih cocok untuk investor yang konservatif

Risiko kegagalan saat proses pembayaran sangat rendah.

Obligasi Korporasi

Keamanannya tergantung pada sehat atau tidaknya keuangan perusahaan penerbit obligasi.

Dibandingkan dengan obligasi negara, kupon obligasi korporasi lebih tinggi.

Sebelum membeli, perlu untuk menganalisis secara fundamental.

Perbedaan Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi dari Risikonya.

Obligasi Negara

Jenis obligasi ini dikenal sebagai salah satu investasi paling aman karena dijamin oleh kredibilitas dan kemampuan pemerintah dalam membayar utangnya. Meski begitu, obligasi negara tetap memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan, seperti:

Risiko pasar, di mana harga obligasi bisa turun jika dijual sebelum jatuh tempo, terutama saat suku bunga naik.

Risiko inflasi, yaitu ketika nilai imbal hasil dari obligasi tidak mampu mengimbangi kenaikan harga barang dan jasa di pasar.

Dengan kata lain, walaupun obligasi negara memiliki risiko gagal bayar yang sangat kecil, investor tetap harus mempertimbangkan pengaruh suku bunga dan inflasi terhadap nilai investasinya.

Obligasi Korporasi

Risiko utama obligasi korporasi meliputi:

Risiko kredit, yaitu kemungkinan perusahaan tidak mampu membayar bunga atau melunasi pokok utangnya tepat waktu.

Risiko suku bunga, karena nilai obligasi bisa menurun jika suku bunga di pasar meningkat.

Risiko pasar, yang muncul ketika kondisi ekonomi membuat harga obligasi berfluktuasi.

Selain itu, beberapa perusahaan memiliki hak untuk menarik kembali (membeli ulang) obligasi sebelum masa jatuh temponya.

Jika hal ini terjadi pada saat suku bunga sedang turun, investor mungkin akan kesulitan menemukan obligasi baru dengan tingkat bunga setara, sehingga potensi keuntungannya menurun.

Baik obligasi negara maupun obligasi korporasi sama-sama menawarkan peluang investasi dengan imbal hasil tetap, namun tingkat risikonya berbeda.

Obligasi negara lebih aman karena dijamin pemerintah dengan risiko gagal bayar sangat kecil, sedangkan obligasi korporasi menawarkan imbal hasil lebih tinggi namun risikonya juga lebih besar.

Pilihannya tergantung pada tujuan dan tingkat toleransi risiko investor.

Shera Amalia Ghaitsa (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R