Akurat Logo

​Ruben Onsu Persilakan Sarwendah Take Over Rumah Cilandak, tapi Minta Uang Cicilan Dikembalikan Jika Diklaim Milik Pribadi

Nuzulul Karamah | 2 Juni 2026, 14:41 WIB
​Ruben Onsu Persilakan Sarwendah Take Over Rumah Cilandak, tapi Minta Uang Cicilan Dikembalikan Jika Diklaim Milik Pribadi
Ruben Onsu dan Sarwendah

AKURAT.CO, Babak baru perseteruan pasca-perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas.

Kali ini, fokus perselisihan tertuju pada rumah mewah mereka yang terletak di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

​Pihak Ruben Onsu secara terbuka mempersilakan Sarwendah jika ingin mengambil alih (take over) sisa cicilan rumah tersebut.

Namun, ada syarat mutlak yang diajukan. Ruben meminta agar uang yang selama ini telah ia gelontorkan untuk mencicil rumah tersebut dikembalikan, jika Sarwendah berniat mengklaim aset tersebut sebagai milik pribadi.

Baca Juga: Bukan KDRT atau Orang Ketiga, Pengacara Sarwendah Lempar Teka-Teki Penyebab Cerai dengan Ruben Onsu

​Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyatakan bahwa kliennya tidak keberatan jika sang mantan istri ingin melanjutkan kewajiban pembayaran rumah yang sejatinya merupakan harta gono-gini tersebut.

​“Ya silakan saja kalau memang mau di-takeover kewajibannya. Toh memang itu adalah harusnya memang harta bersama, tanggung jawab bersama. Kalau ada sisa kewajiban yang memang you harus selesaikan, dan you mau takeover dan itu menjadi bagian yang kau minta ya enggak ada masalah,” ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).

​Bukan tanpa alasan, Ruben Onsu mengajukan syarat tersebut.

Presenter kondang ini kabarnya mencium gelagat bahwa rumah tersebut nantinya akan diakui secara sepihak oleh Sarwendah sebagai hasil jerih payahnya sendiri.

​“Ya karena Ruben sudah melihat ada gelagat khawatir rumah yang menjadi harta bersama ini diklaim adalah harta yang bukan menjadi harta bersama,” kata Minola.

​Lebih dari sekadar materi, Ruben sangat mengkhawatirkan dampak psikologis dan penilaian anak-anak terhadap dirinya. Dia tidak ingin anak-anaknya mengira bahwa sang ayah lepas tangan dan tidak memberikan kontribusi apa pun untuk tempat tinggal mereka.

​“Yang akhirnya ini bisa membuat Ruben khawatir anak-anak yang ada dalam pengasuhan ibunya berpikir bahwa ayahnya enggak buat apa-apa. Ayahnya enggak memberikan apa-apa. Bahkan rumah itu pun ayahnya enggak ada andilnya,” lanjut Minola.

Baca Juga: Bongkar Modus Sandiwara WhatsApp, Ruben Onsu Rugi Miliaran Rupiah Akibat Penipuan Bisnis Mukena ​

​Demi menghindari kesalahpahaman di masa depan, pihak Ruben Onsu menawarkan solusi berupa transparansi finansial terkait biaya yang sudah dikeluarkan untuk rumah Cilandak tersebut. Langkah ini diambil agar anak-anak mereka mengetahui fakta yang berimbang.

​“Itulah makanya muncul kita hitung-hitungan. Hitung-hitungan. Kalaupun memang misalnya mau diserahkan ke anak, anak harus jelas bahwa di ujung perjalanan itu Mama yang lunasin, tapi dari awal sampai pertengahan jalan Papa yang bayarkan. Fair dong,” terangnya.

Namun, jika Sarwendah tetap bersikeras mengklaim rumah tersebut murni atas usahanya sendiri tanpa mengakui kontribusi mantan suaminya, maka Ruben meminta haknya dikembalikan secara utuh.

​“Tapi kalau misalnya ingin diklaim itu sepenuhnya adalah hasil jerih payahnya dia tanpa ada andilnya Ruben, wajar enggak kalau Ruben minta kembalikan uang gue,” tegas Minola.

​Sebagai informasi, pasca-bercerai, Sarwendah memilih rumah di kawasan Cilandak sebagai bagian dari pembagian aset. Rumah tersebut saat ini ditempati oleh Sarwendah bersama anak-anaknya.

​Meski demikian, rumah tersebut diketahui masih menjadi jaminan bank atas utang Ruben Onsu.

Di sisi lain, pihak Sarwendah sempat melayangkan klaim bahwa cicilan rumah tersebut sudah tidak dibayarkan oleh Ruben sejak tahun 2024 lalu. Ditengarai hal inilah yang memicu wacana pengambilalihan aset oleh Sarwendah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.