Akurat Logo
Bank Indonesia

​Geram Lina Mukherjee Jadi Korban Body Shaming, Amanda Manopo Pasang Badan: Bekas Luka Caesar Itu Bukti Perjuangan!

Nuzulul Karamah | 26 Juni 2026, 18:15 WIB
​Geram Lina Mukherjee Jadi Korban Body Shaming, Amanda Manopo Pasang Badan: Bekas Luka Caesar Itu Bukti Perjuangan!
Amanda Manopo

AKURAT.CO Aktris cantik Amanda Manopo mendadak jadi perbincangan hangat di jagat maya. Biasa kalem dan ogah ambil pusing dengan drama media sosial, bintang sinetron Ikatan Cinta ini mendadak pasang badan usai mendapati aksi body shaming yang menimpa Lina Mukherjee.

​Diketahui, Lina Mukherjee belakangan ini panen hujatan netizen gara-gara percaya diri memperlihatkan bekas luka di perutnya pasca melahirkan.

Tak tinggal diam melihat sesama perempuan dipojokkan, Amanda langsung mengunggah video reaksi yang menohok.

Baca Juga: ​Selamat! Amanda Manopo Melahirkan Anak Pertama, Kenny Austin Umumkan Nama Buah Hati

​Mantan lawan main Arya Saloka ini mengaku heran dengan kelakuan sebagian netizen yang jempolnya super pedas. Menurutnya, bekas luka usai melahirkan, khususnya operasi caesar (C-section), adalah hal yang sangat manusiawi dan harus dinormalisasi.

​"Please, normalize postpartum scars, especially buat bekas C-section. Mau lo punya duit atau enggak, operasi itu tetep namanya operasi. Perut itu dibelah, dijahit, dan dia ninggalin luka dan itu normal," tegas Amanda dalam video di media sosialnya, Jumat (26/6/2026).

​Bagi artis berusia 26 tahun ini, guratan atau bekas jahitan di perut pasca melahirkan sama sekali bukan aib yang memalukan atau sesuatu yang harus ditutupi rapat-rapat. Bagi Amanda, tanda tersebut justru menjadi simbol yang sangat sakral bagi kaum hawa.

​"Menurut gue, bekas luka itu bukan sesuatu yang harus ditutupin atau dibikin malu. Justru itu adalah bukti perjuangan seorang ibu," tambahnya dengan nada serius.

Baca Juga: Amanda Manopo Rehat dari Dunia Akting demi Kehamilan Pertama, Fokus Peran Baru

​Menutup videonya, Amanda memberikan pesan menohok sekaligus tamparan keras bagi para pelaku body shaming. Ia meminta netizen untuk mulai menjaga ketikan agar tidak merusak mental dan rasa percaya diri para ibu yang sudah bertaruh nyawa saat melahirkan.

​"Jadi stop komentar yang bikin perempuan insecure sama tubuh sendiri setelah kelahiran," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.