Lewat Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly Halim Ingatkan Pentingnya Ungkapkan Cinta ke Ibu

AKURAT.CO Industri sinema Tanah Air kembali bersiap menyambut sebuah sajian drama keluarga yang hangat dan menyentuh hati.
Diproduksi oleh Langit Pictures Indonesia, film bertajuk Takkan Kubiarkan Kau Menangis hadir membawa premis emosional tentang pasang surut hubungan antara ibu dan anak, dengan musik sebagai jembatan pemulihnya.
Disutradarai sekaligus diproduseri oleh Ferly Halim, film bergenre family drama berbalut coming-of-age ini mengambil latar keindahan Kota Semarang.
Kisahnya berfokus pada Dika, seorang remaja yang merasa selalu kurang di mata ibunya, Dini—seorang ibu tunggal yang masih berjuang menyembuhkan trauma masa lalunya. Keduanya terjebak dalam ego dan buruknya komunikasi, hingga akhirnya musik mempertemukan kembali hati mereka yang sempat menjauh.
Ferly Halim mengungkapkan bahwa ide cerita ini sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat, di mana jurang komunikasi sering kali menjadi pemicu utama keretakan hubungan keluarga.
"Menurut saya, hubungan ibu dan anak sering kali dipenuhi kesalahpahaman bukan karena mereka tidak saling mencintai, tetapi karena cara berkomunikasi yang berbeda. Terkadang hal sederhana seperti intonasi atau cara penyampaian bisa membuat ibu merasa anaknya tidak patuh, sementara anak merasa ibunya tidak menyayangi dirinya," jelas Ferly Halim saat memaparkan pesan mendalam di balik film ini, Senin (13/7/2026).
Melalui film ini, Ferly berharap penonton bisa lebih peka dalam mengekspresikan rasa sayang kepada orang tua, khususnya ibu, sebelum segalanya terlambat.
"Sebagai anak, kita sering kali menganggap kasih sayang kepada ibu sebagai sesuatu yang sudah dipahami tanpa perlu diungkapkan. Padahal, ibu juga perlu merasakan dan mendengar bentuk kasih sayang itu secara langsung. Melalui film ini, saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani menunjukkan cinta kepada ibu selagi masih memiliki kesempatan," tambah Ferly.
Baca Juga: Soal Dekat dengan Didi Riyadi, Tissa Biani: Kita Gak Pernah Tahu
Selain menyajikan alur cerita yang kuat, Takkan Kubiarkan Kau Menangis juga memberikan tantangan baru bagi para pemerannya.
Aktor senior Didi Riyadi, misalnya, harus keluar dari zona nyaman demi memerankan karakter dengan aksen lokal yang kental.
"Mungkin ini pertama kali saya dengan logat dan aksen Jawa, medok gitu. Saya kan kalau bicara sehari-hari logat seperti yang kalian sekarang dengar. Nah, di sini orang Jawa, tapi agak campur," aku Didi Riyadi seraya tersenyum.
Tantangan tidak kalah berat juga dirasakan oleh aktor muda Ari Irham.
Didapuk untuk membawakan karya-karya legendaris dari band asal Yogyakarta, Sheila On 7, Ari mengaku sempat merasa terbebani.
"Pressure-nya itu bukan bawain OST atau soundtrack filmnya. Masalahnya ini bawain lagu Sheila On 7. Kita bawain lagu Sheila On 7 yang orang sudah tahu. Yang saya nyanyikan adalah lagu Sheila On 7, jadi itu lumayan cukup beban buat saya karena saya juga bukan vokalis, saya juga bukan Duta," ungkap Ari Irham jujur mengenai bebannya.
Aspek audio memang menjadi kekuatan utama dalam film ini. Penonton nantinya akan dimanjakan dengan deretan lagu hit Sheila On 7 yang sangat familier di telinga, seperti Dan, Kita, dan Hujan Turun.
Tak hanya itu, film ini juga memperkenalkan dua lagu orisinal bertajuk "Takkan Kubiarkan Kau Menangis" dan "Sahabat" yang dinyanyikan apik oleh Keisha Alvaro bersama Sand Band untuk memperkuat atmosfer emosional cerita.
Selain Ari Irham dan Didi Riyadi, film ini turut diperkuat oleh akting memukau dari Shanty, Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, Teuku Rizky, Annisa Kayla, Askara Halim, dan Sandy Andarusman.
Bagaimanakah akhir dari perjuangan Dika meluluhkan hati sang ibu lewat melodi? Temukan jawabannya dalam film Takkan Kubiarkan Kau Menangis yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Juli 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








