Akurat Logo

Toy Story 5 Sindir Fenomena 'iPad Kids': Ketika Buzz dan Woody Harus Melawan Candu Gadget dan Alogaritma!

Titania Isnaenin | 17 Juni 2026, 13:54 WIB
Toy Story 5 Sindir Fenomena 'iPad Kids': Ketika Buzz dan Woody Harus Melawan Candu Gadget dan Alogaritma!
Toy Story 5. (Disney)

AKURAT.CO Film animasi legendaris Pixar kembali hadir lewat Toy Story 5 dengan membawa premis yang sangat relevan dan menohok kehidupan modern.

Kali ini, musuh terbesar Woody, Buzz Lightyear, dan kawan-kawan bukan lagi sesama mainan usang atau kolektor jahat, melainkan sebuah layar kaca.

Langkah berani Pixar ini sukses memicu perbincangan hangat di kalangan pencinta film dan tech-enthusiast karena mengangkat isu nyata tentang ketergantungan anak-anak terhadap teknologi.

Ketika Mainan Analog Kalah Saing dengan Layar Sentuh

Dalam Toy Story 5, penonton diajak melihat perubahan drastis dari cara bermain anak-anak zaman sekarang, khususnya karakter Bonnie.

Mainan klasik yang sarat imajinasi seperti Woody, Jessie, dan Buzz mulai tersisih dan berdebu di sudut kamar. Bonnie, seperti jutaan anak di dunia nyata, telah berubah menjadi seorang "iPad Kid", istilah populer untuk generasi anak yang tidak bisa lepas dari layar tablet pintar sepanjang hari.

Tantangan bagi para mainan kali ini jauh lebih rumit daripada sekadar melarikan diri dari tempat penitipan anak.

Mereka harus berhadapan langsung dengan Lilypad, sebuah karakter tablet pintar yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) canggih.

Lilypad dirancang sedemikian rupa untuk terus memikat perhatian anak-anak lewat algoritma video yang adiktif, membuat permainan imajinatif analog terasa membosankan bagi anak-anak.

Sentilan Keras Pixar Terhadap Candu Gadget

Keputusan Pixar mengangkat tema ini dinilai sebagai langkah jenius sekaligus kritik sosial yang berani.

Melalui petualangan Buzz dan Woody, penonton disuguhkan kontras yang emosional antara kehangatan interaksi fisik dengan dinginnya layar digital.

Film ini secara visual menggambarkan bagaimana screen time berlebih berpotensi mengisolasi anak dari lingkungan sekitarnya, sebuah isu kesehatan mental anak yang sedang gencar diperdebatkan oleh para ahli teknologi dan psikolog di dunia nyata.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.