Akurat Logo

Festival SenengMinton 2026 Jadi Cara Menyenangkan Untuk Kenalkan Bulutangkis ke Anak-Anak

Dian Eko Prasetio | 30 April 2026, 23:37 WIB
Festival SenengMinton 2026 Jadi Cara Menyenangkan Untuk Kenalkan Bulutangkis ke Anak-Anak
Para peserta yang ikut berpartisipasi dalam gelaran MilkLife Festival SenengMinton 2026 yang berlangsung di Sasana Krida GOR Satria, Purwokerto, Kamis (30/4/2026). SENENGMINTON

AKURAT.CO, Mencetak atlet bulu tangkis dunia tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu ada rasa cinta yang tumbuh jauh sebelum raket diayunkan di arena profesional.

Semangat inilah yang melandasi gelaran MilkLife Festival SenengMinton 2026 yang resmi dibuka di Sasana Krida GOR Satria, Purwokerto, Kamis (30/4).

Sebanyak 480 siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga 3 dari 16 sekolah bersaing dalam format perlombaan yang unik.

Bukan sekadar pertandingan biasa, gelaran ini didesain sebagai jembatan untuk mengenalkan teknik dasar bulutangkis dengan cara yang menyenangkan.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa festival ini merupakan komitmen jangka panjang dalam membangun fondasi olahraga nasional.

Menurutnya, rasa senang adalah kunci utama agar anak-anak mau menekuni bulutangkis secara berkelanjutan.

"Kami percaya atlet yang hebat berawal dari rasa senang saat melakoni suatu olahraga. Melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026, kami ingin memberikan pengalaman menggembirakan sekaligus memotivasi siswa untuk menekuni bulu tangkis," kata Yoppy di sela-sela acara.

Purwokerto sendiri dipilih sebagai kota pembuka dari rangkaian festival yang akan menyambangi empat kota lainnya di Jawa Tengah. Yakni Magelang, Solo, Semarang, dan Kudus.

Senada dengan Yoppy, Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, melihat ajang ini sebagai upaya memperluas jangkauan pembinaan ke daerah-daerah.

Ia menekankan bahwa ekosistem bulu tangkis di tingkat akar rumput (grassroot) harus kuat demi menjaga regenerasi atlet Indonesia.

"Konsistensi ini penting karena pengenalan olahraga sejak dini membutuhkan kesinambungan agar minat dapat tumbuh menjadi bakat, dan bakat berkembang menjadi prestasi," kata Yuni.

Ia menambahkan, PBSI Jateng akan memperkuat jalur pembinaan lanjutan pascafestival ini, mulai dari pemetaan potensi atlet hingga peningkatan kualitas pelatih di tingkat klub lokal.

Berbeda dengan turnamen konvensional, festival ini menerapkan sistem penilaian berdasarkan catatan waktu tercepat.

Para peserta ditantang dalam berbagai kategori fisik dan teknik, seperti pyramid shuttlecock, shuttle run, throwing the shuttlecock, zig zag run, dan service to target (khusus kategori kelas 3).

Dukungan serupa datang dari pihak sekolah. Gito Sugeng Ridhono, guru olahraga SDIT Harapan Bunda Purwokerto, berharap ajang seperti ini rutin digelar.

Baginya, festival ini sangat membantu sekolah dalam mengidentifikasi bakat siswa yang selama ini hanya terlihat di kegiatan ekstrakurikuler.

Dengan dimulainya kick-off di Purwokerto, MilkLife Festival SenengMinton 2026 diharapkan mampu menyebarkan 'virus' bulutangkis ke seluruh penjuru Jawa Tengah, memastikan tongkat estafet prestasi bulu tangkis Indonesia tidak akan pernah putus.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.