Akurat Logo

Pembinaan Mulai Usia Dini, MilkLife Athletics Challenge Jadi Motor Penggerak Cabor Atletik Nasional

Dian Eko Prasetio | 18 Juli 2026, 22:59 WIB
Pembinaan Mulai Usia Dini, MilkLife Athletics Challenge Jadi Motor Penggerak Cabor Atletik Nasional
Siswa MAN 2 Kudus, Adyatama Fawwaz Oktoraza, keluar sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 55,35 detik, dalam final Lari 400 meter Putra KU 18 MilkLife Athletics Challenge Seri 1 - 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2026)

AKURAT.CO, Gairah perkembangan cabang olahraga (cabor) atletik di tanah air kian menunjukkan grafik yang menjanjikan. Sebagai mother of sports, fondasi atletik kini mulai diperkuat secara masif melalui tingkat akar rumput guna melahirkan pilar-pilar baru skuat atletik masa depan Indonesia.

Hal ini tecermin dalam gelaran MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026. Kolaborasi antara Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kudus ini sukses menyedot animo luar biasa dari ribuan pelajar.

Kompetisi yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, sejak Rabu (15/7/2026) hingga Sabtu (18/7/2026) ini, diikuti tak kurang dari 2.270 murid dari 196 sekolah lintas jenjang, mulai dari MI/SD, MTs/SMP, hingga SMA/MA/SMK di wilayah Kudus dan sekitarnya.

Guna mempercepat akselerasi pembibitan, tahun ini panitia berinovasi dengan memperluas segmentasi usia menjadi lima kelompok umur (KU 8, KU 10, KU 12, KU 15, dan KU 18) yang mempertandingkan 23 nomor perlombaan adaptif.

Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, menegaskan bahwa penambahan kelompok usia dini (KU 8) merupakan langkah strategis untuk memotong garis awal pembinaan atletik nasional agar berjalan jauh lebih dini.

"Di usia emas anak-anak, koordinasi motorik mereka sedang berkembang pesat. Lewat MilkLife Athletics Challenge, kami memfasilitasi mereka agar mengenal fondasi atletik lewat cara yang kompetitif namun tetap menyenangkan," jelas Welly.

https://www.akurat.co/sportainment/821884/milklife-athletics-challenge-seri-2-2025-dorong-regenerasi-atlet-atletik-muda-di-tanah-air

Tak hanya memperluas segmentasi umur, penyegaran juga dilakukan pada variasi nomor perlombaan. Panitia memasukkan nomor-nomor evaluasi bakat yang efektif seperti lari 800 meter dan lompat tinggi, namun selektif dengan meniadakan nomor ketahanan ekstrem (lari 3.000 meter) maupun nomor berisiko cedera sendi tinggi bagi anak-anak.

"Kami ingin peserta fokus pada nomor atletik yang adaptif dan sesuai dengan porsi tumbuh kembang mereka, sehingga proses pencarian bakat berjalan lebih aman dan terarah,” tambah Welly.

Ketua PASI Kudus, Firdaus, mengamini bahwa rutinitas kompetisi sejak tahun 2024 ini sukses mengubah wajah cabor atletik yang awalnya terkesan kaku menjadi sebuah petualangan seru bagi pelajar. Efeknya, lonjakan prestasi organik mulai bermunculan dari seri ke seri.

"Kami sangat optimistis Kudus sedang berproses melahirkan generasi atletik baru yang unggul dan siap mewakili Jawa Tengah di ajang tingkat provinsi seperti Porprov, bahkan hingga level nasional seperti Popnas. Kami juga berharap tahun depan bisa digelar di tingkat provinsi," kata Firdaus.

Sebagai langkah lanjutan, PASI siap mengawal bakat-bakat yang terjaring lewat pembinaan terpusat yang berkesinambungan, agar mental bertanding para atlet matang sebelum diterjunkan ke kejuaraan resmi.

Ketatnya persaingan pembinaan antar-sekolah dibuktikan oleh MTsN 1 Kudus yang sukses mempertahankan gelar juara umum di kategori KU 15 dengan raihan, tujuh emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Perwakilan sekolah, Dimas Maulana, menyebut kejuaraan ini memicu sekolah-sekolah untuk memfasilitasi bakat atletik siswa lewat jalur ekstrakurikuler.

Geliat prestasi juga terpancar dari kategori U-18 lewat aksi memukau pelari muda, Adyatama Fawwaz Oktoraza. Siswa MAN 2 Kudus yang sempat mencicipi PORSENI Jateng 2025 ini sukses merajai podium tertinggi nomor bergengsi Lari 400 meter Putra dan menjadi penentu kemenangan sekolahnya di nomor estafet 4 x 400 meter mixed.

Bagi Adyatama, kompetisi reguler seperti ini merupakan batu loncatan terbesar untuk menggapai mimpi tertingginya di dunia atletik Indonesia.

"Kemenangan ini sangat berharga. Ke depannya, saya bakal lebih fokus ke nomor 400 meter. Semoga ini jadi jalan bagi saya untuk bisa lolos ke Pelatnas dan mudah-mudahan bisa jadi bagian dari Timnas Atletik," kata Adyatama.



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.