Akurat Logo

Keren! 10 Geopark Di Indonesia Jadi Warisan Dunia Dan Diakui UNESCO

| 31 Agustus 2023, 13:00 WIB
Keren! 10 Geopark Di Indonesia Jadi Warisan Dunia Dan Diakui UNESCO

AKURAT.CO, Indonesia memang terkenal sebagai negara yang kaya termasuk dalam hal keindahan alam dan budayanya. Wajar bila beberapa daerahnya masuk dalam daftar Geopark yang diakui dunia oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Dikutip dari Instagram Resmi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan @ditjen.gtk.kemdikbud, Kamis (31/8/2023), Geopark adalah kawasan yang memiliki keunikan geologi yang mencakup nilai arkeologi, ekologi, dan budaya. Daerah ini juga mengikutsertakan masyarakat setempat untuk berperan dalam melindungi warisan alam.

Nah dalam daftar UNESCO, ada 195 Geopark yang tersebar ditemukan di 48 negara. 10 diantaranya ditemukan di Indonesia, apa saja? Yuk, simak daftarnya!

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Provinsi Aceh, Punya 2 Warisan Dunia yang Diakui UNESCO!

10 Geopark di Indonesia yang Diakui UNESCO

1. Geopark Batur, Bali

Geopark Batur adalah yang Geopark pertama dari Indonesia yang ditetapkan sebagai UGG, yakni pada 2012 silam. Geopark Batur memiliki keindahan alam berkat letusan besar gunung berapi yang membentuk kaldera ganda dan danau purba.

Saat ini, Gunung Batur masih berstatus aktif dan menghasilkan berbagai batuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk membangun rumah. Total terdapat 21 situs warisan alam yang tersebar di kawasan Geopark Batur, yaitu di Kecamatan Kintamani, Bangli. Selain itu, terdapat pula peninggalan bersejarah dari letusan Gunung Batur di Museum Geopark Batur.

2. Geopark Belitong, Bangka Belitung

Geopark Belitong ditetapkan sebagai UGG pada sidang ke-211 Dewan Eksekutif UNESCO pada 2021 lalu. Geopark Belitong dinilai memiliki keunikan berkat keterkaitan kuat antara aspek geologis, biologis, dan budaya.

Lanskap geologi Pulau Belitung yang unik disebut menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna yang di antaranya hanya ditemukan di Belitung, seperti ikan Hampala dan ikan Toman.

Selain itu, terdapat pula gugusan perbukitan barat laut yang tersusun atas plutonium Belitung tertua, yaitu granit Tanjungpandan, sedangkan gugusan timur-tengah umumnya tersusun atas batuan metasedimen sebagai bagian dari formasi Kelapa Kampit.

Warisan geologi kelas dunia dari Geopark Belitong adalah lanskap granit TOR. Gugusan bebatuan granit TOR ini membentuk pulau-pulau kecil yang bisa dikunjungi dengan perahu.

3. Geopark Ciletuh, Jawa Barat

Geopark di Indonesia selanjutnya yang ditetapkan sebagai UGG adalah Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat. Geopark ini ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2018.

Geopark Ciletuh dikelilingi oleh hamparan aluvial dengan bebatuan unik dan pemandangan yang indah. Tidak hanya perbukitan batu, Geopark Ciletuh juga memiliki pantai dengan ombak yang menjadi favorit para peselancar dunia.

Kawasan ini memiliki luas 126 ribu hektar yang mencakup delapan kecamatan dan memiliki beberapa objek wisata eksotis, yakni Air Terjun Awang, Taman Purba, hingga Bukit Panenjoan.

4. Geopark Gunung Sewu, Yogyakarta

Geopark Gunung Sewu telah diakui sebagai UGG sejak 2015 silam. Posisi Geopark ini membentang di tiga kabupaten, yakni Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan. Geopark Gunung Sewu memiliki kekayaan arkeologis warisan budaya dari manusia masa lalu.

Terdapat sejumlah peninggalan budaya paleolitikum-neolitikum di geopark ini. Total, Geopark Gunung Sewu memiliki 33 situs warisan alam yang tersebar di Gunung Kidul (13 geosite), Wonogiri (7 geosite), dan Pacitan (13 geosite).

Kawasan karst di Pegunungan Sewu juga memiliki panorama keindahan alam dari gugusan bebatuan yang indah. Diketahui, terdapat sekitar 40 ribu bukit karst yang membuat Geopark Gunung Sewu menjadi kawasan karst terpanjang di Jawa.

Sebagai informasi, karst merupakan daerah yang terdiri atas batuan kapur berpori sehingga air dipermukaan tanah selalu merembes dan mengalir ke dalam tanah.

5. Danau Toba, Sumatera Utara

Danau Toba terletak di pulau Sumatera (Indonesia), terbentuk dari letusan mega-vulkanik 74.000 tahun yang lalu. Daerah ini secara lokal dihuni oleh etnis Batak Toba, Simalungun, Karo dan Pakpak.

Rumah adat Batak yang terbuat dari kayu, dengan bentuk dinding samping seperti lambung perahu dan tiang-tiang yang ditopang oleh tiang-tiang yang kuat, diikat satu sama lain dan diletakkan di atas pondasi batu tanpa semen, merupakan 'kearifan lokal' yang sangat berharga. Berdasarkan kondisi geologinya, Samosir sangat rawan gempa tektonik, subsiden dan banjir.

6. Geopark Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat

Geopark Rinjani masuk sebagai UGG setelah dinobatkan oleh UNESCO pada 2018. Geopark ini meliputi separuh Pulau Lombok bagian utara yang membentang dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, hingga Kabupaten Lombok Timur.

Geopark Rinjani memiliki kombinasi keanekaragaman hayati, fenomena kegunungapian, dan keragaman budaya masyarakat. Selain itu, Geopark Gunung Rinjani juga memiliki keragaman flora dan fauna yang sebagian besar merupakan endemik.

7. Geopark Kaldera Toba, Sumatra Utara

Geopark Kaldera Toba di Sumatra Utara termasuk dalam bagian Geopark di tanah air yang ditetapkan sebagai UGG. Pencapaian Geopark Kaldera Toba tidak terlepas dari keragaman hayati dan budaya di kawasan ini.

Salah satu alasan Geopark Kaldera Toba masuk UNESCO Global Geoparks karena pengembangan ekonomi kreatif dan kelembagaan kepariwisataan. Selain itu, Kaldera Danau Toba juga memiliki bentang alam yang beragam.

8. Geopark Raja Ampat, Papua Barat

Geopark Raja Ampat adalah kawasan berupa gugusan kepulauan karst yang terletak tepat di garis khatulistiwa. Keunikan geologis Raja Ampat termasuk ke dalam kelas dunia. Sebab, di Geopark ini ditemukan batuan tertua berusia 439 hingga 360 juta tahun yang lalu (Silur - Devonian) yang terletak di Pulau Misool.

Sejarah geologi daerah Raja Ampat tersusun secara lengkap dan mewakili hampir sepersepuluh usia bumi. Geopark Raja Ampat terletak di Provinsi Papua Barat Daya.

Ekosistem marine dan terestrial Raja Ampat menjadi habitat bagi ratusan jenis unik, langka, dan terancam punah. Selain itu, Raja Ampat juga menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa dan tumbuhan endemik yang tak bisa ditemukan di belahan Bumi manapun.

9. Geopark Maros Pangkep, Sulawesi Selatan

Selain Gunung Sewu dan Raja Ampat, karst juga dapat ditemukan di Geopark Maros Pangkep. Karst Maros Pangkep termasuk salah satu karst kelas dunia yang memiliki keindahan, keunikan, flora dan fauna, nilai-nilai ilmiah dan sosial budaya yang tinggi. Area ini merupakan kawasan karst terbesar ke-2 setelah China Selatan.

Karst Maros Pangkep memiliki ratusan gua yang pernah ditinggali manusia prasejarah. Budaya masa lalu tergambar melalui peninggalan lukisan prasejarah berusia 40 ribu tahun. Selain itu, gua tersebut juga menjadi tempat hidup jutaan spesies kupu-kupu sehingga mendapatkan julukan 'Kingdom of Butterfly'.

10. Geopark Kawah Ijen, Jawa Timur

Ijen UNESCO Global Geopark, terletak di Jawa Timur, Indonesia, menawarkan keajaiban alam dan terkenal dengan lanskap vulkaniknya, formasi geologi yang unik, dan warisan budaya. Ini meliputi Gunung Ijen, sebuah stratovolcano dengan danau kawah berwarna biru kehijauan yang dikenal sebagai Kawah Ijen, yang merupakan danau paling asam di dunia, serta Cagar Biosfer Belambangan, yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2016.

Nah, itulah 10 geopark Indonesia yang diakui UNESCO. Semoga semakin banyak wisata Indonesia yang diakui dunia ya. Bangga deh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.