Penglipuran Resmi Masuk Daftar Desa Wisata Terbaik Di Dunia: Berikut Keunikan Yang Dapat Kamu Temukan

AKURAT.CO Penghargaan The World Tourism Organization (UNWTO) diberikan kepada Desa Penglipuran, tercatat sebagai Desa Wisata Terbaik di Dunia 2023.
Desa yang terletak di Kabupaten Bangli, Bali, tepatnya di Jalan Rambutan kini tak pernah sepi pengunjung.
Wayan Sumiarsa selaku ketua pengelola desa Penglipuran mengungkapkan bahwa penghargaan yang didapat menjadi kebangaan tersendiri bagi para warga dan pengelola Desa Penglipuran.
Lalu apa saja keunikan yang bisa ditemukan dari Desa Penglipuran? Yuk disimak!
Desa Terbersih di Dunia
Selain mendapat penghargaan sebagai desa wisata terbaik di dunia, Desa Penglipuran ini juga sempat mendapatkan beberapa penghargaan lain berkat kebersihan dan kerapihannya.
Di antaranya ialah Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) pada tahun 2017 dan tercatat dalam Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation.
Desa Penglipuran menyajikan pemandangan dengan sederetan tanaman hijau, yang menjadikan udara terasa sejuk dan asri.
Dan saat mengelilingi desa pengunjung dilarang menggunakan kendaraan bermotor, hal ini dilakukan untuk menjaga lingkungan desa dari polusi udara. Di desa Penglipuran juga disediakan banyak tempat sampah dalam jarak 30 meter, jadi tak ada alasan bagi pengunjung untuk buang sampah sembarangan.
Baca Juga: Sandination Hidupkan Lapangan Kerja Desa Wisata Melalui Program Networking Dan Personal Branding
Hutan Bambu Pelindung Desa
Sekitar 45 hektar dari 112 hektar wilayah desa Penglipuran adalah hutan bambu. Hutan bambu ini dibiarkan tumbuh mengelilingi desa dan menjadi kawasan resapan.
Hutan bambu ini terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai bentuk warisan para leluhur.
Selain itu, hutan bambu yang dibiarkan tumbuh agar menjadi manifestasi bahwa masyarakat adat penglipuran tetap terus menjaga keseimbangan hidup antara manusia dengan alam.
Masyarakat desa Penglipuran meyakini bahwa hutan bambu ini merupakan sejarah dari keberadaan mereka. Dan masyarakat meyakini bahwa hutan bambu ini merupakan pelindung desa.
Konsep Tata Ruang Tri Mandala
Tri Mandala merupakan konsep yang dianut secara turun temurun melalui nilai-nilai leluhur nenek moyang masyarakat desa Penglipuran. Hal ini menjadikan desa Penglipuran sebagai desa adat.
konsep tata ruang Tri Mandala merupakan konsep yang membagi tata ruang ke dalam tiga zona, yakni Utama, Madya dan Nista. Urutan tersebut ada berdasarkan urutan dari utara hingga selatan.
Mandala Utama merupakan tempat suci (para dewa) serta menjadi tempat ibadah, sedangkan Mandala Madya adalah pemukiman penduduk dan terakhir Mandala Nista adalah tempat pemakaman penduduk.
Penganut Falsafah Kalapatra
Meski Desa Penglipuran telah menjadi desa konservasi sejak tahun 1980, yang mana desa ini tetap menjaga tradisi dan budaya yang dimiliki, namun para masyarakat desa menganut falsafah Kalapatra.
Kalapatra sendiri merupakan adat Desa Penglipuran yang tidak kaku dalam melihat budaya adat lain, dengan kata lain desa ini terbuka dan bisa menikmati budaya orang lain.
Baca Juga: Pelindo Apresiasi Penglipuran Desa Wisata Terbaik Dunia
Larangan Poligami
Poligami atau memiliki istri lebih dari satu merupakan dosa besar bagi masyarakat Desa Penglipuran.
Hal ini dikarenakan desa penglipuran sangat menghormati wanita dan jika ada seseorang yang melakukan poligami maka orang itu akan dikucilkan di Karang Memadu.
Tak hanya itu, upacara pernikahannya juga tidak akan diterima di desa. (Almira Ramadhani)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









