Monster Playground: Karya Seni Instalansi Pertama di Indonesia Milik Seniman Darbotz Hadir di Bintaro

AKURAT.CO Berjudul Monster Playground, seniman grafiti Darbotz dan Mahavisual membuat karya seni instalasi di Bintaro Jaya Xchange Mall.
Lewat tema Monster Playground, karya instalasi berbentuk taman ini diklaim sebagai pertama di Indonesia.
Monster Playground bukan sekadar taman bermain, melainkan juga karya seni yang menggambarkan kegembiraan dan kreativitas dalam menyambut kehadiran Bintaro Jaya Xchange Mall tahap 2.
Dengan sentuhan khas Darbotz, area bermain ini tampak berbeda dari playground pada umumnya.
Baca Juga: Alam Ganjar Kagumi Beragam Karya Seni Di Art Jakarta 2023
Di mana biasanya, playground berwarna merah, kuning, hijau, dan biru. Maka, pada Monster Playground, dominan hitam putih, hijau toska, dan pink.
Dalam membuat karya ini, Darbotz memang terinspirasi dari respons visual anak terhadap dunia sekitarnya, yang ditandai oleh unsur-unsur mirip dengan kartun, fleksibel, dan penuh dengan kegembiraan.
"Warna-warna cerah dan kontras yang sering terlihat pada gambar anak-anak turut memengaruhi pengembangan Monster Playground," tulis Darbotz dalam akun Instagram resminya, @darbotz.
Persembahan perjalanan visual melalui Monster Playground ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi pengunjung yang menjelajahi kreativitas, kegembiraan, dan inspirasi melalui karya seni yang penuh warna dan imajinatif.
Monster Playground sudah dibuka untuk umum sejak Minggu, 26 November 2023 hingga 7 Januari 2024 mendatang. Taman bermain ini bisa dikunjungi sampai pukul 22.00 WIB.
Sementara itu, masyarakat tak perlu membeli tiket untuk mengunjungi Monster Playground karena tak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.
Baca Juga: Hadir di Kabupaten Bandung, Ganjartivity Sosialisasikan Gelar Pertunjukan Seni Tradisional
Darbotz, dikenal dengan gaya visualnya yang unik. Dia menggunakan hitam dan putih sebagai fokus utamanya dalam karyanya.
Darbotz beralasan bahwa kontras antara warna monokromatik tersebut mampu menyeimbangkan kegaduhan warna-warna ceria dari iklan di billboard, neon, serta sorot lampu-lampu kota.
Dengan kesederhanaan warna, karya-karyanya mampu mencuat di tengah keramaian visual yang padat.
Darbotz juga menciptakan karakter khasnya atau alter ego yang disebut Cumi Kong pada 2004. Karakter ini yang pada akhirnya membuat dia mudah dikenali, tanpa perlu mengenalkan nama pada tiap karyanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





