Apa yang Kamu Ketahui tentang Politik Apartheid di Afrika Selatan?
Sultan Tanjung | 22 Februari 2024, 17:00 WIB

AKURAT.CO Politik Apartheid adalah sistem diskriminatif yang diterapkan di Afrika Selatan selama hampir enam dekade.
Mari kita telusuri lebih dalam tentang perjalanan politik ini:
Apa Itu Apartheid?
- Apartheid adalah kebijakan pemisahan rasial yang diterapkan oleh pemerintah Afrika Selatan dari tahun 1948 hingga 1994.
- Kebijakan ini bertujuan memisahkan warga negara berdasarkan warna kulit mereka, dengan orang kulit putih (Afrikaner) mendominasi dan mengendalikan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.
Asal Usul Apartheid: Perang Boer dan Pembentukan Negara Dominion
- Pada tahun 1652, bangsa Boer (keturunan Belanda) mulai menjajah Afrika Selatan dan menguasai sumber daya alamnya.
- Inggris juga memiliki tujuan yang sama, sehingga terjadi Perang Boer pada tahun 1899-1902.
- Inggris memenangkan perang dan mendirikan Union of South Africa sebagai negara dominion (negara khusus dengan ketatanegaraan Inggris).
Pemberlakuan Politik Apartheid
- Politik Apartheid dimulai secara resmi pada tahun 1948 oleh Perdana Menteri Daniel Francois Malan.
- Rasialisme terhadap orang berkulit hitam dilegalkan.
- Orang kulit putih dianggap sebagai bangsa Superior (master race), sementara orang kulit hitam mendapat perlakuan buruk.
Perlawanan dan Perubahan
- African National Congress (ANC), yang dipimpin oleh Nelson Mandela, menjadi gerakan yang menentang Apartheid.
- ANC membentuk koalisi dengan tujuan menggandeng oposisi lain dan mencanangkan freedom charter.
- Dunia internasional menekan pemerintah, dan pada tahun 1989, Ferdinand Willem de Klerk menghapuskan Apartheid.
Akhir Apartheid dan Kesetaraan
- Nelson Mandela dibebaskan dari penjara setelah 27 tahun dan memimpin perubahan menuju kesetaraan.
- Pada tahun 1994, Afrika Selatan mengadakan pemilu demokratis pertamanya, dan Mandela terpilih sebagai presiden.
Politik Apartheid adalah bagian gelap sejarah Afrika Selatan, tetapi perjuangan melawan diskriminasi dan perubahan menuju kesetaraan telah mengubah nasib negara ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026




