7 Negara Paling Berbahaya di Dunia dengan Risiko Tinggi bagi Wisatawan, Ada Indonesia?

AKURAT.CO Berwisata ke luar negeri masih menjadi pilihan wisatawan. Selain menikmati objek wisata, berlibur ke luar negeri bisa dimanfaatkan untuk mempelajari budaya dan tradisi dari negara lain.
Meski menyenagkan, namun tidak semua negara aman untuk dikunjungi. Beberapa tempat bahkan menyimpan risiko tertinggi bagi wisatawan, mulai dari konflik bersenyata, kriminalitas tinggi, hingga bencana alam yang tak terduga.
Berikut daftar 7 negara paling berbahaya di dunia perlu diketahui sebelum merencanakan perjalanan, berdasarkan laporan terbaru dari Hellosafe dan sumber resmi lain. Apakah Indonesia termasuk salah satunya?
Baca Juga: Tren Wisata Lokal Meningkat, Masyarakat Lebih Banyak Berlibur di Indonesia Dibanding ke Luar Negeri
1. Filipina
Skor risiko negara ini mencapai 83,32 yang disebabkan tingginya tingkat kekerasan sosial dan ancaman penculikan oleh kelompok militan seperti Abu Sayyaf. Insiden kekerasan pun sering terjadi termasuk penculikan terhadap turis asing yang membuat negara ini masuk daftar wilayah berisiko tinggi bagi wisatawan.
2. Kolombia
Negara ini punya skor risiko 79,21 yang dipicu oleh tingginya kejahatan jalanan dan ancaman penculikan di beberapa daerah.
3. Meksiko
Dengan ancaman serupa Kolombia, negara ini mencatat skor risiko 78,42 dengan tingginya kejahatan dan kasus penculikan yang masih mengintai wisatawan.
4. India
Karena adanya ketegangan geopolitik di Kashmir dan konflik yang masih terlangsung, India memiliki skor risiko hingga 77,86.
5. Rusia
Diakibatkan perang Rusia - Ukraina yang meningkatkan ancaman keamanan militer, skor risiko mencapai 75,65.
6. Yaman
Negara ini memiliki skor risiko 74,6 dengan ancaman dari konflik bersenjata dan situasi kemanan yang fluktuatif.
7. Indonesia
Meski wisatawan tetap bisa menikmati destinasi populer dengan mematuhi aturan lokal, tantangan keamanan muncul dari bencana alam dan insiden kekerasan, menjadikan Indonesia memiliki skor risiko yang mencapai 72,94.
Negara-negara tersebut dinilai menggunakan 35 indikator keselamatan, termasuk frekuensi bencana alam, kekerasan sosial, konflik bersenjata, kualitas infrastruktur kesehatan, dan tingkat militerisasi. Skor diberikan dalam skala 0 (paling aman) hingga 100 (paling berisiko).
Saat merencanakan perjalanan ke negara-negara ini, sebaiknya selalu mengikuti panduan resmi, menjauhi wilayah berisiko tinggi, dan tetap waspada terhadap situasi keamanan setempat.
Laporan: Aqila Shafiqa/Magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








