Nuanu Park Resmi Jadi Gerbang Publik Baru Nuanu Creative City, Hadirkan Bali yang Lebih Inklusif dan Futuristik

AKURAT.CO Bali selama ini identik dengan pantai, beach club, dan sunset. Namun dalam beberapa tahun terakhir, arah pariwisata Bali mulai bergeser. Wisatawan generasi milenial dan Gen Z kini tidak hanya mencari tempat indah untuk difoto, tetapi juga pengalaman yang terasa immersive, artistik, dan memiliki cerita besar di baliknya. Di tengah perubahan itu, Nuanu Park hadir sebagai simbol wajah baru Bali modern.
Apa Itu Nuanu Park?
Nuanu Park adalah taman publik baru seluas sekitar 1,6 hektare yang menjadi gerbang utama menuju Nuanu Creative City di kawasan Nyanyi, Tabanan, Bali.
Secara singkat, Nuanu Park bukan sekadar taman wisata biasa. Kawasan ini dirancang sebagai:
ruang publik terbuka,
titik interaksi komunitas,
area keluarga,
jalur pedestrian menuju ekosistem kreatif Nuanu,
sekaligus representasi perpaduan teknologi, budaya Bali, seni, dan alam.
Lokasinya berada di Jalan Pantai Nyanyi, Beraban, Kediri, Tabanan, Bali, sekitar:
10 menit dari Tanah Lot,
20 menit dari Canggu,
dan sekitar 1 jam dari Bandara Ngurah Rai.
Konsep ini menjadi menarik karena Nuanu mencoba membangun pengalaman “future city” yang tetap berpijak pada identitas lokal Bali.
Kenapa Nuanu Park Berbeda dari Taman Wisata Biasa?
Banyak taman wisata di Bali hanya berfungsi sebagai ruang hijau atau spot foto. Namun Nuanu Park diposisikan jauh lebih strategis: sebagai “public-facing urban park” yang membuka akses masyarakat ke dalam ekosistem kreatif Nuanu.
Artinya, taman ini bukan hanya destinasi, tetapi juga ruang transisi sosial.
Pengunjung tidak langsung masuk ke area komersial tertutup. Mereka diajak melewati ruang terbuka yang dipenuhi elemen seni, jalur hijau, area bermain, amphitheatre, hingga instalasi multimedia sebelum memasuki kawasan kreatif yang lebih luas.
Di sinilah Nuanu Park terasa berbeda dibanding banyak proyek wisata baru di Bali.
Alih-alih hanya menjual kemewahan, Nuanu mencoba menjual pengalaman ruang.
Nuanu Park akan menghadirkan:
masterclass,
program anak,
pengalaman outdoor,
area ramah hewan peliharaan,
hingga aktivitas berbasis komunitas.
Pendekatan seperti ini mencerminkan perubahan besar dalam industri pariwisata global. Wisata kini tidak lagi hanya soal melihat tempat, tetapi tentang bagaimana pengunjung merasa menjadi bagian dari sebuah ekosistem.
Bagaimana Nuanu Menggabungkan Teknologi dan Budaya Bali?
Salah satu aspek paling menarik dari Nuanu Creative City adalah cara mereka memadukan teknologi modern dengan simbol budaya Bali.
Hal itu terlihat jelas pada gerbang utama Nuanu Park.
Gerbang tersebut dikembangkan bersama:
seniman Bali,
arsitek,
pematung,
penasihat budaya,
dan pemangku kepentingan lokal.
Yang membuatnya unik bukan hanya desain visualnya, tetapi pendekatan filosofisnya.
Gerbang ini memadukan:
arsitektur Bali,
kerajinan tradisional,
projection mapping,
instalasi media,
dan elemen multimedia kontemporer.
Simbol Athena dan Saraswati digunakan sebagai representasi pengetahuan, kreativitas, serta hubungan antara tradisi dan inovasi.
Ini menarik karena banyak proyek modern sering memosisikan teknologi sebagai pengganti budaya lokal. Nuanu justru mencoba menggunakan teknologi untuk memperkuat narasi budaya.
Pendekatan seperti ini berpotensi menjadi model baru wisata budaya di era digital.
Baca Juga: Masih Jadi Destinasi Favorit, Enam Ribu Wisatawan Padati Kepulauan Seribu Saat Libur Panjang
Baca Juga: Satusatu Luncurkan Bali All-Access Pass, Tawarkan Akses ke Puluhan Destinasi Wisata
Apa yang Bisa Dilakukan Pengunjung di Nuanu Park?
Berdasarkan media preview yang dilakukan Nuanu, pengunjung nantinya dapat mengakses berbagai area publik seperti:
amphitheatre terbuka,
playground,
Botanical Garden,
Kids Academy,
ropes course,
zipline,
Nuanu Art Village,
hingga jembatan penghubung menuju area kreatif lainnya.
Secara experience, kawasan ini tampaknya dirancang untuk membuat pengunjung terus bergerak dan bereksplorasi.
Bayangkan seseorang datang dari kawasan Canggu menjelang sore.
Ia memasuki gerbang multimedia Nuanu Park, berjalan melalui jalur hijau terbuka, mendengar pertunjukan musik kecil di amphitheatre, lalu melihat instalasi seni futuristik mulai menyala saat malam tiba.
Di sisi lain, anak-anak bermain di area playground sementara komunitas kreatif menggelar workshop kecil di ruang terbuka.
Simulasi seperti ini penting karena Nuanu sebenarnya sedang menjual sesuatu yang lebih besar daripada sekadar taman: mereka menjual “immersive social ecosystem”.
Filosofi “First Nature” dan Ambisi Kota Masa Depan
Nuanu mengusung filosofi “First Nature”, yaitu gagasan bahwa pembangunan modern harus tetap tunduk pada keseimbangan alam.
Mereka mengklaim:
tidak menebang pohon besar,
melakukan relokasi pohon bila diperlukan,
memiliki tingkat daur ulang limbah tinggi,
serta menjalankan konservasi mangrove dan biodiversitas.
Secara positioning, ini menarik karena banyak proyek properti modern di Bali sering mendapat kritik akibat eksploitasi ruang dan lingkungan.
Nuanu mencoba mengambil jalur berbeda dengan menggabungkan:
sustainability,
creative economy,
dan public experience.
Baca Juga: Kelenteng Tian Fu Gong Segera Diresmikan, Lengkapi Wisata Religi di Riverwalk Island PIK
Kenapa Nuanu Creative City Menjadi Sorotan di Bali?
Nuanu Creative City berkembang di tengah perubahan karakter wisata Bali.
Jika dulu Bali bertumpu pada:
pantai,
resort,
dan wisata alam,
kini muncul tren baru berupa:
experiential tourism,
creative district,
wellness ecosystem,
dan immersive destination.
Nuanu mencoba berada di persimpangan semua tren tersebut.
Kawasan ini menghadirkan elemen seperti:
Aurora Media Park,
Earth Sentinels,
THK Tower,
hingga Luna Beach Club yang memiliki arsitektur bambu futuristik.
Banyak pengunjung menyebut kawasan ini terasa seperti “glimpse into the future”.
Komentar tersebut sebenarnya menunjukkan sesuatu yang lebih besar: Bali mulai bergerak menuju era “post-beach tourism”.
Artinya, daya tarik utama Bali perlahan tidak lagi hanya pemandangan alam, tetapi juga pengalaman multidimensi yang menggabungkan:
seni,
teknologi,
komunitas,
dan identitas budaya.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan Nuanu Park menjadi langkah penting untuk membuka Nuanu kepada publik yang lebih luas.
Ia mengatakan:
“Kami ingin pengalaman pertama saat memasuki Nuanu terasa lebih terbuka, mudah diakses, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari — bukan sesuatu yang tertutup atau terlalu formal," dalam acara Nuanu Park Preview di Bali, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Lev, pengembangan infrastruktur publik sama pentingnya dengan proyek budaya dan hospitality berskala besar karena memberi ruang bagi masyarakat untuk terus kembali dan merasa terhubung dengan Nuanu.
Penutup
Pada akhirnya, Nuanu Park bukan sekadar proyek taman modern di Bali. Kawasan ini merupakan bagian dari eksperimen sosial, budaya, dan urban yang lebih besar.
Nuanu mencoba menciptakan ruang di mana:
teknologi tidak mematikan budaya,
ruang publik tidak terasa eksklusif,
dan wisata tidak hanya menjadi konsumsi visual semata.
Apakah model seperti ini akan menjadi masa depan baru pariwisata Bali? Atau justru memunculkan tantangan sosial baru?
Jawabannya kemungkinan baru akan terlihat beberapa tahun ke depan. Namun satu hal yang jelas, Nuanu Park telah membuka diskusi baru tentang bagaimana ruang publik, teknologi, budaya, dan pariwisata bisa bertemu dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Pantau terus perkembangan Nuanu Park dan transformasi wajah baru Bali dalam era creative ecosystem dan experiential tourism.
Baca Juga: Pramono soal 12 Altar Dewa Dewi di Tian Fu Gong: Bisa Jadi Magnet Wisata Religi Jakarta
Baca Juga: Libur Panjang, Ancol Diserbu 73.325 Wisatawan dalam Dua Hari
FAQ
Apa itu Nuanu Park yang ada di Bali?
Nuanu Park adalah taman publik baru yang menjadi gerbang utama menuju Nuanu Creative City di kawasan Nyanyi, Tabanan, Bali. Taman seluas sekitar 1,6 hektare ini dirancang sebagai ruang publik modern yang menggabungkan alam, seni, teknologi, edukasi, dan aktivitas keluarga dalam satu kawasan terintegrasi. Nuanu Park juga menjadi simbol konsep wisata futuristik Bali yang lebih immersive dan berbasis pengalaman.
Di mana lokasi Nuanu Park dan bagaimana akses menuju ke sana?
Nuanu Park berada di Jalan Pantai Nyanyi, Beraban, Kediri, Tabanan, Bali, tidak jauh dari Pantai Nyanyi. Lokasinya sekitar 10 menit dari kawasan Tanah Lot, sekitar 20 menit dari Canggu, dan kurang lebih satu jam dari Bandara Ngurah Rai. Akses menuju kawasan ini cukup strategis karena berada di jalur berkembang antara Canggu dan Tabanan yang kini menjadi pusat pertumbuhan destinasi lifestyle baru di Bali.
Kenapa Nuanu Park disebut berbeda dari taman wisata biasa?
Nuanu Park tidak hanya berfungsi sebagai taman rekreasi, tetapi juga sebagai ruang transisi menuju ekosistem kreatif Nuanu Creative City. Kawasan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman publik yang menggabungkan instalasi seni, ruang komunitas, teknologi multimedia, hingga area keluarga dalam satu alur perjalanan. Konsep seperti ini masih jarang ditemukan di Bali karena Nuanu lebih menekankan experience economy dibanding sekadar spot wisata atau tempat foto.
Apa saja yang bisa dilakukan pengunjung di Nuanu Park?
Pengunjung nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas seperti amphitheatre terbuka, Botanical Garden, playground, area ropes course dan zipline, Kids Academy, hingga Nuanu Art Village. Selain itu, Nuanu Park juga dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas komunitas seperti workshop kreatif, pertunjukan seni, acara outdoor, hingga pengalaman ramah keluarga dan hewan peliharaan. Pada malam hari, kawasan ini diperkirakan menjadi lebih hidup berkat pencahayaan artistik dan instalasi multimedia.
Bagaimana Nuanu Park menggabungkan teknologi dan budaya Bali?
Salah satu identitas utama Nuanu Park adalah perpaduan teknologi modern dengan nilai budaya lokal Bali. Hal ini terlihat dari penggunaan projection mapping, instalasi media interaktif, hingga desain gerbang utama yang memadukan arsitektur Bali dengan elemen multimedia kontemporer. Simbol Athena dan Saraswati juga digunakan untuk merepresentasikan hubungan antara kreativitas, pengetahuan, tradisi, dan inovasi dalam satu ruang publik modern.
Apa itu konsep “First Nature” yang digunakan Nuanu Creative City?
Konsep “First Nature” adalah filosofi utama Nuanu Creative City yang menempatkan alam sebagai fondasi utama pembangunan. Filosofi ini diwujudkan melalui konservasi pohon, pengelolaan limbah, perlindungan biodiversitas, serta pembangunan berbasis lanskap alami. Nuanu mencoba membangun kawasan modern tanpa sepenuhnya menghilangkan karakter ekologis dan budaya Bali yang selama ini menjadi identitas utama pulau tersebut.
Kenapa Nuanu Creative City menjadi sorotan dalam perkembangan wisata Bali?
Nuanu Creative City menjadi sorotan karena dianggap merepresentasikan arah baru pariwisata Bali yang bergerak menuju creative ecosystem dan experiential tourism. Jika dulu Bali lebih dikenal lewat pantai dan resort, kini muncul tren wisata yang menggabungkan seni, komunitas, wellness, teknologi, dan ruang sosial interaktif. Kehadiran Nuanu Park memperkuat posisi Nuanu sebagai salah satu proyek wisata futuristik yang mencoba mendefinisikan ulang wajah Bali modern di era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum








