Nuanu Park Siapkan Playground hingga Area Ramah Hewan, Destinasi Keluarga Baru di Bali

AKURAT.CO Liburan keluarga di Bali mulai berubah. Jika dulu wisata keluarga identik dengan pantai, waterpark, atau pusat belanja, kini banyak orang tua muda mencari tempat yang lebih terbuka, interaktif, dan memberi pengalaman bersama dalam satu ruang.
Di tengah perubahan itu, Nuanu Park hadir sebagai destinasi keluarga baru yang mencoba menggabungkan taman publik, ruang komunitas, teknologi, dan budaya Bali dalam satu ekosistem modern.
Apa Itu Nuanu Park?
Nuanu Park adalah taman publik seluas sekitar 1,6 hektare yang menjadi gerbang utama menuju Nuanu Creative City di kawasan Nyanyi, Tabanan, Bali.
Nuanu Park dirancang bukan sekadar taman wisata biasa, melainkan ruang publik modern yang menggabungkan:
playground keluarga,
area outdoor,
ruang komunitas,
instalasi seni,
area ramah hewan,
hingga pengalaman budaya dan teknologi.
Lokasinya berada di:
Jalan Pantai Nyanyi, Beraban, Kediri, Tabanan, Bali,
sekitar 10 menit dari Tanah Lot,
sekitar 20 menit dari Canggu.
Setelah resmi dibuka, kawasan ini akan menghadirkan:
program anak,
masterclass,
aktivitas komunitas,
pengalaman outdoor,
serta ruang publik yang lebih terbuka dan inklusif.
Kenapa Nuanu Park Cocok untuk Wisata Keluarga?
Salah satu hal yang membuat Nuanu Park menarik adalah pendekatannya terhadap wisata keluarga modern.
Saat ini, banyak keluarga muda tidak lagi hanya mencari tempat bermain anak. Mereka juga mencari:
ruang santai,
area interaksi sosial,
tempat healing ringan,
dan pengalaman yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga sekaligus.
Nuanu Park mencoba menjawab kebutuhan itu.
Dalam media preview yang dilakukan Nuanu Creative City, para jurnalis diajak melihat sejumlah area utama seperti:
playground,
Botanical Garden,
Kids Academy,
amphitheatre,
ropes course,
zipline,
hingga Nuanu Art Village.
Konsep ini menunjukkan bahwa Nuanu tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga “shared family experience”.
Di banyak kota besar Asia, ruang publik modern kini menjadi bagian dari gaya hidup keluarga urban. Orang tua ingin anak-anak tetap aktif bermain di luar ruangan, sementara mereka sendiri tetap bisa menikmati suasana sosial, seni, atau kuliner dalam area yang sama.
Nuanu Park tampaknya membaca perubahan perilaku itu dengan cukup serius.
Playground dan Area Outdoor Jadi Daya Tarik Utama
Playground menjadi salah satu fasilitas yang paling menarik perhatian di Nuanu Park.
Namun playground di sini tampaknya tidak dirancang sekadar sebagai tempat bermain standar. Area tersebut menjadi bagian dari pengalaman ruang yang lebih besar, terhubung dengan taman terbuka, jalur pedestrian, area seni, hingga ruang komunitas.
Pendekatan seperti ini penting karena wisata keluarga modern kini lebih menekankan eksplorasi dibanding hiburan pasif.
Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga:
bergerak,
mengeksplorasi ruang,
melihat instalasi visual,
hingga berinteraksi dengan lingkungan terbuka.
Sementara itu, orang tua tidak merasa “menunggu anak bermain” seperti di playground konvensional.
Mereka tetap bisa:
menikmati suasana taman,
mengikuti workshop,
bersantai di amphitheatre,
atau sekadar berjalan santai menikmati lanskap kreatif Nuanu.
Secara tidak langsung, Nuanu Park mencoba mengubah konsep taman bermain menjadi ruang interaksi lintas generasi.
Area Ramah Hewan Jadi Simbol Perubahan Lifestyle
Salah satu detail menarik dari Nuanu Park adalah konsep pet-friendly destination atau area ramah hewan peliharaan.
Tren ini sebenarnya sedang berkembang pesat di kota-kota besar Indonesia.
Semakin banyak keluarga muda yang menganggap hewan peliharaan sebagai bagian dari lifestyle dan aktivitas sosial mereka. Akibatnya, kebutuhan akan ruang publik yang menerima pengunjung bersama hewan peliharaan juga meningkat.
Di Bali sendiri, konsep seperti ini belum terlalu banyak diterapkan dalam skala besar.
Nuanu melihat peluang tersebut.
Dengan menghadirkan area ramah hewan, Nuanu Park mencoba membangun pengalaman publik yang lebih fleksibel dan dekat dengan gaya hidup urban modern.
Hal ini penting karena destinasi wisata masa kini tidak lagi hanya bersaing lewat pemandangan, tetapi juga lewat kenyamanan pengalaman sosial pengunjung.
Baca Juga: Mendes Dorong Peningkatan Ekonomi Lifuleo NTT Lewat Desa Wisata dan Tematik
Baca Juga: Kelenteng Tian Fu Gong Segera Diresmikan, Lengkapi Wisata Religi di Riverwalk Island PIK
Bagaimana Nuanu Menggabungkan Teknologi dan Budaya Bali?
Meski membawa konsep futuristik, Nuanu Creative City tetap mencoba mempertahankan identitas budaya Bali.
Hal itu terlihat dari desain gerbang utama Nuanu Park yang dikembangkan bersama:
seniman Bali,
arsitek,
pematung,
penasihat budaya,
serta komunitas lokal.
Gerbang tersebut memadukan:
arsitektur Bali,
kerajinan tradisional,
projection mapping,
instalasi multimedia,
dan teknologi visual modern.
Menariknya, Nuanu menggunakan simbol Athena dan Saraswati untuk merepresentasikan hubungan antara kreativitas, pengetahuan, budaya, dan inovasi.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi di Nuanu tidak diposisikan untuk menggantikan budaya lokal, tetapi menjadi medium baru untuk memperkuat pengalaman budaya.
Di tengah menjamurnya destinasi wisata modern yang terasa generik, pendekatan seperti ini memberi identitas yang lebih kuat.
Simulasi Pengalaman Keluarga di Nuanu Park
Bayangkan sebuah keluarga muda datang dari kawasan Canggu menjelang sore.
Mereka memasuki gerbang multimedia Nuanu Park yang mulai dipenuhi pencahayaan artistik. Anak-anak langsung berlari menuju playground terbuka, sementara orang tua berjalan santai di jalur pedestrian hijau sambil membawa hewan peliharaan mereka.
Di amphitheatre kecil, komunitas lokal sedang mengadakan pertunjukan musik akustik. Tidak jauh dari sana, beberapa pengunjung mengikuti workshop kreatif di area terbuka.
Menjelang malam, instalasi multimedia mulai menyala dan suasana taman berubah menjadi lebih immersive.
Simulasi seperti ini penting karena Nuanu sebenarnya tidak hanya menjual tempat, tetapi juga ritme pengalaman.
Itulah yang membedakan experiential tourism dengan wisata konvensional.
Baca Juga: Masih Jadi Destinasi Favorit, Enam Ribu Wisatawan Padati Kepulauan Seribu Saat Libur Panjang
Baca Juga: BTN dan MKP Bangun Standar Baru Ekosistem Wisata Digital Bali
Nuanu Park dan Perubahan Wisata Bali
Selama bertahun-tahun, Bali sangat bergantung pada:
beach tourism,
resort,
dan hiburan malam.
Namun pola wisata mulai berubah.
Generasi muda kini lebih tertarik pada:
ruang kreatif,
aktivitas komunitas,
wisata berbasis pengalaman,
ruang publik estetik,
dan destinasi yang terasa “hidup”.
Karena itu, kemunculan Nuanu Park bisa dilihat sebagai bagian dari transformasi besar wisata Bali menuju era experiential tourism dan creative ecosystem.
Bali perlahan bergerak dari sekadar “tempat liburan” menjadi ruang lifestyle global.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan Nuanu Park dirancang agar Nuanu terasa lebih terbuka bagi masyarakat luas.
“Kami ingin pengalaman pertama saat memasuki Nuanu terasa lebih terbuka, mudah diakses, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari — bukan sesuatu yang tertutup atau terlalu formal," ujar Kroll dalam acara Nuanu Park Preview di Bali, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Lev, ruang publik seperti Nuanu Park menjadi sama pentingnya dengan proyek budaya dan hospitality berskala besar karena memungkinkan masyarakat merasa lebih terhubung dengan ekosistem Nuanu.
Penutup
Pada akhirnya, Nuanu Park bukan hanya taman baru di Bali. Kawasan ini mencerminkan perubahan besar dalam cara orang menikmati wisata, ruang publik, dan pengalaman keluarga.
Nuanu mencoba menghadirkan tempat di mana:
anak-anak bisa bermain,
orang tua bisa bersantai,
komunitas bisa berkumpul,
dan teknologi bisa hadir tanpa menghilangkan identitas budaya Bali.
Di tengah perubahan gaya hidup urban dan tren wisata modern, konsep seperti ini kemungkinan akan semakin dicari.
Pantau terus perkembangan Nuanu Park dan transformasi wisata keluarga modern di Bali yang kini mulai bergerak menuju pengalaman yang lebih terbuka, kreatif, dan terintegrasi.
Baca Juga: Pramono soal 12 Altar Dewa Dewi di Tian Fu Gong: Bisa Jadi Magnet Wisata Religi Jakarta
FAQ
Apa itu Nuanu Park di Bali?
Nuanu Park adalah taman publik baru yang menjadi gerbang utama menuju Nuanu Creative City di kawasan Nyanyi, Tabanan, Bali. Taman seluas sekitar 1,6 hektare ini dirancang sebagai ruang publik modern yang menggabungkan alam, seni, teknologi, edukasi, dan aktivitas keluarga dalam satu kawasan terintegrasi. Nuanu Park juga menjadi simbol konsep wisata futuristik Bali yang lebih immersive dan berbasis pengalaman.
Di mana lokasi Nuanu Park dan bagaimana akses menuju ke sana?
Nuanu Park berada di Jalan Pantai Nyanyi, Beraban, Kediri, Tabanan, Bali, tidak jauh dari Pantai Nyanyi. Lokasinya sekitar 10 menit dari kawasan Tanah Lot, sekitar 20 menit dari Canggu, dan kurang lebih satu jam dari Bandara Ngurah Rai. Akses menuju kawasan ini cukup strategis karena berada di jalur berkembang antara Canggu dan Tabanan yang kini menjadi pusat pertumbuhan destinasi lifestyle baru di Bali.
Kenapa Nuanu Park disebut berbeda dari taman wisata biasa?
Nuanu Park tidak hanya berfungsi sebagai taman rekreasi, tetapi juga sebagai ruang transisi menuju ekosistem kreatif Nuanu Creative City. Kawasan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman publik yang menggabungkan instalasi seni, ruang komunitas, teknologi multimedia, hingga area keluarga dalam satu alur perjalanan. Konsep seperti ini masih jarang ditemukan di Bali karena Nuanu lebih menekankan experience economy dibanding sekadar spot wisata atau tempat foto.
Apa saja yang bisa dilakukan pengunjung di Nuanu Park?
Pengunjung nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas seperti amphitheatre terbuka, Botanical Garden, playground, area ropes course dan zipline, Kids Academy, hingga Nuanu Art Village. Selain itu, Nuanu Park juga dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas komunitas seperti workshop kreatif, pertunjukan seni, acara outdoor, hingga pengalaman ramah keluarga dan hewan peliharaan. Pada malam hari, kawasan ini diperkirakan menjadi lebih hidup berkat pencahayaan artistik dan instalasi multimedia.
Bagaimana Nuanu Park menggabungkan teknologi dan budaya Bali?
Salah satu identitas utama Nuanu Park adalah perpaduan teknologi modern dengan nilai budaya lokal Bali. Hal ini terlihat dari penggunaan projection mapping, instalasi media interaktif, hingga desain gerbang utama yang memadukan arsitektur Bali dengan elemen multimedia kontemporer. Simbol Athena dan Saraswati juga digunakan untuk merepresentasikan hubungan antara kreativitas, pengetahuan, tradisi, dan inovasi dalam satu ruang publik modern.
Apa itu konsep “First Nature” yang digunakan Nuanu Creative City?
Konsep “First Nature” adalah filosofi utama Nuanu Creative City yang menempatkan alam sebagai fondasi utama pembangunan. Filosofi ini diwujudkan melalui konservasi pohon, pengelolaan limbah, perlindungan biodiversitas, serta pembangunan berbasis lanskap alami. Nuanu mencoba membangun kawasan modern tanpa sepenuhnya menghilangkan karakter ekologis dan budaya Bali yang selama ini menjadi identitas utama pulau tersebut.
Kenapa Nuanu Creative City menjadi sorotan dalam perkembangan wisata Bali?
Nuanu Creative City menjadi sorotan karena dianggap merepresentasikan arah baru pariwisata Bali yang bergerak menuju creative ecosystem dan experiential tourism. Jika dulu Bali lebih dikenal lewat pantai dan resort, kini muncul tren wisata yang menggabungkan seni, komunitas, wellness, teknologi, dan ruang sosial interaktif. Kehadiran Nuanu Park memperkuat posisi Nuanu sebagai salah satu proyek wisata futuristik yang mencoba mendefinisikan ulang wajah Bali modern di era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum








